Home / Daerah

Rabu, 4 September 2024 - 20:58 WIB

Dinkes Barito Utara Latih Perawat Tangani Gawat Darurat di Puskesmas

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, melatih dasar menangani masalah kegawatdaruratan atau Basic Trauma Life Support (BTCLS) bagi perawat di 17 puskesmas, Rabu 4 September 2024.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, pelatihan dasar ini merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiaovaskuler atau jantung

Ia mengatakan, penanganan yang cepat dan tepat dari mulai pre-hospital hingga intra-hopital oleh perawat sangat penting untuk mencegah kecacatan dan kematian.

Sebab itu, perawat dituntut untuk memiliki kompetensi dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler.

“Penanganan masalah ini ditunjukkan untuk melakukan pengkajian awal dan memberikan penanganan kegawatdaruratan dasar sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan,” ujar dia.

Baca Juga :  Pj Bupati Tutup Kegiatan Pembekalan ASN Disdamkarmat Barito Utara

Ia melanjutkan, pelatihan dasar ditujukan bagi perawat, calon perawat yang berada pada masa pendidikan keperawatan di semester akhir dan perawat fresh graduated. Untuk mempertahankan dan mengembangkan kompetensi keperawatan gawat darurat (emergensi) bagi perawat yang sudah bekerja, telah dipersiapkan pelatihan keperawatan emergensi dasar, intermediate dan advanced.

Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan primer, yang berfungsi sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pelatihan BTCLS sangat penting bagi perawat di puskesmas karena dapat membantu mereka untuk mencegah kematian atau kerusakan organ pada korban gawat darurat atau bencana, menekan tingkat kecacatan akibat trauma dan jantung, melakukan penanganan pasien dengan kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular.

Baca Juga :  Sambut Kapolres Baru Barito Utara, Pj Sekda Harapkan Sinergitas antara Polri dan Pemkab Tetap Terjalin Baik

Ia menyebutkan, di Indonesia data dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevelansi penyakit jantung koroner (PJK) sejak tahun 2007-2018 mengalami peningkatan.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran usia pasien PJK yang tadinya banyak terjadi di usia tua, saat ini PJK juga dialami oleh kelompok usia muda (25-34 tahun).

Menurut dia berdasarkan jenis kelamin, prevalensi PJK terjadi lebih sering pada wanita dibandingkan dengan laki-laki. Penduduk perkotaan lebih banyak menderita PJK dibandingkan penduduk pedesaan. Dalam kondisi gawat darurat, PJK yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan henti jantung hingga kematian.(dor abram)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Wabup Barito Utara Terima DIPA dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah 2023 Rp1,794 Triliun

Daerah

Pemkab Mura Dukung Kebijakan Nasional Kendalikan Inflasi dan Sediakan Perumahan Layak

Daerah

Ditpolairud Pastikan Keselamatan Pelayaran di DAS Kapuas

Daerah

Ketua Gerdayak Suria Baya Dukung Penuh Paning Ragen Jadi Cawabup Barito Utara

Daerah

Ditpolairud Polda Kalteng Bikin Suasana Obyek Wisata Aman dan Nyaman

Daerah

KPU Kalteng Warning Badan Ad Hoc Soal Logistik dan Laporan Keuangan

Daerah

Maksimalkan Penanganan Infrastruktur, Pemkab Barut Beli 12 Unit Alat Berat

Daerah

Keren, Murung Raya Raih Opini WTP dari BPK Kalteng