TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, Henny Rosgiaty Rusli, mengusulkan supaya pemkab segera membangun sentra kerajinan tangan, terutama kerajinan anyaman rotan.
Henny, panggilan akrabnya, bicara begini karena melihat minat besar pembeli dari luar Kalteng terhadap hasil kerajinan tangan dari Kecamatan Gunung Purei.
Pendirian sentra kerajinan tangan guna membantu masyarakat perajin anyaman rotan di daerah Barito Utara, sehingga harga jual produk anyaman rotan bisa lebih tinggi lagi.
“Berbagai cara dilakukan untuk mendongkrak harga produk unggulan lokal. Salah satunya pemasaran lewat sentra kerajinan rakyat atau pun melalui media sosial,”tukas Henny, Selasa 29 Agustus 2023.
Kerajinan tangan lokal asal Gunung Purei antara lain terbuat dari bahan baku rotan diolah menjadi tas dan dompet dengan warna-warni.
Kerajinan tersebut banyak diborong oleh pihak pengepul dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalilmantan Selatan (Kalsel). Akibatnya, nilai tambah dinikmati oleh daerah lain.
Kenurut Henny, keunggulan kerajinan produk rotan Barito Utara, karena proses pembuatan dan pewarnaan masih menggunakan cara tradisional.
Para perajin menggunakan bahan alami seperti dedaunan yang direbus. Pembuatan sebuah tas ukuran kecil dari anyaman rotan memakan waktu satu hari.
Harga jual anyaman rotan berbentuk tas dan dompet di Bali dan Jakarta bisa menembus Rp500.000 per buah. “Tapi disini para perajin menjual kepada pengepul seharga Rp100. 000. Bila membeli dalam jumlah banyak, bisa seharga Rp50.000 per buah,” papar dia.
Selisih harga ini sangat besar, sehingga perlu sentra penampungan dan penjualan hasil kerajinan anyaman rotan. ” Kita harus tingkatkan penghasilan para perajin anyaman rotan,” ucap Henny.(mel)














