TEGAKLURUS.net, Kuala Kapuas – Ditpolairud Polda Kalteng kembali mengadakan KRYD sosialisasi kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, mengenai bahaya destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak di perairan, di Desa. Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Selasa, 4 Maret 2025.
Dalam kegiatan ini, penanganan Binmas Ditpolairud Polda Kalteng, melalui tujuh pos yang tersebar di daerah (DAS Kahayan, Kapuas, Katingan, Jelai, Barito, Mentaya, dan Kumai) memberikan pemahaman tentang dampak negatif dari metode penangkapan ikan yang merusak.
Metode negatif seperti penggunaan bom ikan, potasium, dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Praktik tersebut tidak hanya merusak ekosistem laut dan sungai, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya ikan yang menjadi mata pencaharian utama para nelayan.
Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra, mengajak masyarakat untuk beralih ke metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan serta menaati peraturan perikanan yang berlaku.
Menurut Dony, upaya ini bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut dan perairan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program rutin Ditpolairud dalam menjaga keamanan dan ketertiban perairan di wilayah Kalteng.
Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ekosistem perairan dan tidak tergoda untuk melakukan destructive fishing demi keuntungan sesaat.(Dor Abram)














