MUARA TEWEH, Tegak Lurus.net – Hanif Farizha Ghani terpilih sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) tingkat Kabupaten Barito Utara tahun 2025 di Muara Teweh, Minggu, 23 November 2025.
Ia berhasil menyisihkan para peserta lain yang berasal dari beberapa kecamatan di Barito Utara. Pemilihan berlangsung di aula DisdaldukKBP3A Barito Utara melibatkan 29 peserta kelompok putra dan putri.
Sebagai informasi, Duta Genre adalah remaja yang terpilih sebagai role model atau panutan untuk menginspirasi teman sebayanya agar menjadi generasi yang terencana dan berkualitas.
Kepala DisdaldukKBP3A Barito Utara Silas Patiung mengatakan, program Genre merupakan salah satu upaya dalam menyiapkan remaja agar memiliki perencanaan dalam mempersiapkan dan melewati 5 (lima) transisi kehidupan remaja yaitu : mempraktekkan hidup bersih dan sehat, melanjutkan pendidikan, mulai berkarir, menjadi anggota masyarakat yang baik, serta membangun keluarga yang berkualitas sehingga terhindar dari
1) melakukan hubungan seksual sebelum menikah,
2) menikah usia dini, dan
3) penyalahgunaan NAPZA.
Silas menambahkan, Duta Genre merupakan figur pemuda (usia 17-21 tahun) yang aktif, kreatif, dan visioner dan akan menjadi Role Model serta Spoken Person dalam rangka promosi program Genre di Indonesia secara umum, dan di Kabupaten Barito Utara secara khusus.
Usai terpilih menjadi Duta Genre Putra Barito Utara 2025, Hanif mengatakan, perasaannya setelah terpilih sebagai Duta GenRe 2025 adalah campuran antara syukur, senang, dan haru.
Menurut dia, kepercayaan ini menjadi pengingat bahwa setiap proses, sekecil apa pun, selalu memiliki makna.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para juri, guru-guru, serta teman-teman yang selalu memberi dukungan. Amanah ini tidak akan berarti tanpa doa, bantuan, dan semangat dari banyak orang, ” ujar dia kepada tegak lurus.net, Senin, 24 November 2025.
Sebagai langkah awal, sambung dia, fokus utamanya menguatkan kampanye edukasi mengenai TRIAD KRR pencegahan pernikahan dini, pergaulan berisiko, dan penyalahgunaan narkoba.
“Saya akan memulai melalui kampanye digital, menghadirkan konten edukatif yang sederhana, mudah dipahami, dan relevan bagi remaja, ” kaya dia.
Selain itu, ia akan menjalankan program GenRe Goes to School, menghadirkan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah dengan pendekatan yang interaktif, ramah, dan sesuai kebutuhan remaja masa kini.
Program berikutnya GenRe Peduli Kasih, yaitu ruang aman untuk berbagi cerita, menerima dukungan emosional, dan saling menguatkan.
Ia mengharapkan, setiap remaja merasa didengar, dipahami, dan tidak berjalan sendirian menghadapi tantangan hidup.
“Harapan saya sederhana,
semoga perjalanan ini mampu membawa manfaat, membangun lingkungan remaja yang sehat dan berdaya, serta menumbuhkan generasi yang kuat, bijak, dan siap menghadapi masa depan, ” pungkas Hanif.(Abram)










