Home / DPRD BARUT

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Komisi II Minta Pemkab Lindungi Pekerja Terdampak Pengurangan Kuota RKAB Batu Bara

Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara/Demokrat Ardianto.(Foto/Dok)

Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara/Demokrat Ardianto.(Foto/Dok)

MUARA TEWEH, Tegaklurus.net – Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara/Demokrat Ardianto, meminta Pemkab Barito Utara segera menyiapkan langkah konkret mengantisipasi dampak pengurangan kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), karena berpotensi meningkatkan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan.

Politikus terpilih di Dapil I ini menilai kebijakan tersebut tak hanya memengaruhi aktivitas perusahaan tambang, tetapi juga berdampak langsung terhadap para pekerja dan sektor usaha pendukung yang bergantung pada industri pertambangan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, sejak Januari hingga Juni 2026 sekitar 600 orang dari total sekitar 900 tenaga kerja pada sejumlah subkontraktor Grup Office PT PAMA yang beroperasi di wilayah SMMS Sekako, Barito Utara, telah mengalami PHK maupun dirumahkan. Situasi ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak,”kata pria yang akrab disapa Anto ini di Muara Teweh, Rabu, 1 Juli 2026.

Baca Juga :  Politikus PDI-P Suparjan Efendi Dorong Koperasi Desa Berbasis Digital, Fokus Penguatan SDM

Pemkab, lanjut dia, perlu segera mendata pekerja lokal yang terdampak agar bantuan dan program penanganan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Di sisi lain, ia mengharapkan perusahaan mengedepankan komunikasi dan musyawarah dengan pekerja sebelum mengambil keputusan melakukan PHK.

Berbagai alternatif seperti penyesuaian jam kerja maupun pengaturan sistem kerja dapat dipertimbangkan lebih dahulu, guna meminimalkan jumlah pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Ia mendorong pemkab memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan RKAB dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah yang masih sangat bergantung pada sektor pertambangan.

Baca Juga :  Penasehat Hukum Dua Terdakwa Penerima Uang Terima Vonis Hakim PN Muara Teweh

“Keseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam dan keberlangsungan lapangan kerja harus menjadi perhatian bersama,”sebut dia.

Adapun langkah jangka menengah, ia mengusulkan program pemberdayaan ekonomi bagi pekerja yang terdampak, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan permodalan usaha, hingga pendampingan bagi masyarakat yang ingin beralih ke sektor pertanian, perkebunan, perikanan, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Termasuk pula pemkab mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur dan program padat karya agar dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pengurangan produksi batu bara.

“Terpenting pemerintah harus hadir memberikan solusi sehingga masyarakat yang terdampak tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarganya,” pungkas politikus Demokrat ini.(Ryu)

Share :

Baca Juga

Legislator Kabupaten Barito Utara/Partai Nas-Dem Nety Herawati. (Foto/Ist)

DPRD BARUT

Legislator Nety Herawati Puji Upaya Disdik Petakan Problematika Pendidikan

DPRD BARUT

Ketua Komisi II DPRD Barito Utara Dukung Edukasi Penggunaan Obat Aman Buat Masyarakat

DPRD BARUT

Anggota DPRD Suhendra Harapkan Restrukturisasi PT MBSM Mampu Perbaiki Distribusi BBM

DPRD BARUT

Komisi I DPRD Barito Utara Dorong Pengawasan Program SIP Pintar Optimal

DPRD BARUT

Politikus PKB Suhendra Nilai Penghargaan Bagi Pemkab Barito Utara Bukti Komitmen Tekan Stunting

DPRD BARUT

Ketua Komisi II Harapkan Penguatan Peran Masyarakat Cegah Peredaran Narkoba

DPRD BARUT

Ketua Fraksi PKB Al Hadi : Maulid Nabi Momentum Perkuat Akhlak dan Persatuan Masyarakat

DPRD BARUT

Anggota DPRD Al Hadi Berharap Seminar Al-Qur’an Jadi Edukasi Generasi Muda