Home / Daerah

Senin, 29 September 2025 - 07:27 WIB

Dinkes Barito Utara Tingkatkan Layanan Puskesmas Lewat Pengobatan Tradisional

Pemkab  Barito Utara meningkatkan kompetensi fasilitator Puskesmas dengan pelatihan asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan Akupresur (teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok), Senin, 29 September 2025.(dok/Dinkes Barito Utara)

Pemkab Barito Utara meningkatkan kompetensi fasilitator Puskesmas dengan pelatihan asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan Akupresur (teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok), Senin, 29 September 2025.(dok/Dinkes Barito Utara)

MUARA TEWEH, Tegaklurus.net – Pemkab Barito Utara meningkatkan kompetensi fasilitator Puskesmas dengan pelatihan asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan Akupresur (teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok), Senin, 29 September 2025.

“Kegiatan ini untuk penguatan kapasitas tenaga kesehatan untuk memanfaatkan potensi tanaman obat dan teknik pengobatan tradisional seperti akupresur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Pariadi AR.

Kesehatan merupakan aset yang paling berharga. Upaya memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah gangguan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga masyarakat, keluarga, dan komunitas.

Pelatihan bertujuan membekali para fasilitator puskesmas dengan ilmu praktis yang bisa diterapkan langsung di lapangan.

Baca Juga :  Bupati Barito Utara Shalahuddin Apresiasi Pemdes Bukit Sawit Raih Predikat Desa Antikorupsi 2025

Pemanfaatan kearifan lokal, seperti tanaman obat yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar, yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama secara mandiri sebelum pasien mendapat penanganan medis lebih lanjut.

“Ilmu yang kita dapatkan hari ini akan menjadi bekal berharga bagi kita untuk dibagikan kepada masyarakat. Banyak metode pengobatan tradisional telah terbukti aman dan efektif jika dilakukan dengan cara yang tepat. Karena itu, penting bagi kita untuk menguasai teknik ini dan mengajarkannya secara benar,” jelas dia.

Ia mengingatkan, pengembangan pengobatan tradisional tak boleh lepas dari prinsip rasionalitas dan higienitas.

“Kita harus pastikan bahan yang digunakan bersih dan aman. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah kesehatan baru,” sambung dia.

Baca Juga :  Personel Ditpolairud Bimbing Belajar Anak-anak Pesisir DAS Kumai

Ia menyatakan, fasilitator puskesmas memiliki peran kunci sebagai jembatan informasi dan diharapkan para peserta pelatihan dapat menjadi agen edukasi di puskesmas masing-masing sehingga masyarakat lebih mengenal pemanfaatan Toga dan akupresur sebagai upaya preventif dan promotif kesehatan.

Ketua Panitia Askiah mengatakan, peserta pelatihan berasal dari 17 Puskesmas di Barito Utara dengan total 25 orang diharapkan peserta mampu menjadi fasilitator asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur di wilayah kerjanya masing-masing.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan fasilitator puskesmas dalam mengembangkan layanan kesehatan tradisional dengan sistem blended training atau kombinasi daring dan luring,” terang dia.(Abram)

Share :

Baca Juga

Daerah

Idul Adha 1447 H, PT MPG Bagikan 13 Ekor Hewan Kurban kepada Masyarakat dan Karyawan

Daerah

Pj Bupati Barito Utara Kunjungi Operasi Pasar Murah di Perusda Batara Membangun

Daerah

Ditpolairud Polda Kalteng Edukasi Masyarakat Perairan DAS Kapuas Melawan Destructive Fishing

Daerah

Wabup Rahmanto Buka Lomba Masak Serba Ikan, Ini Harapannya

Daerah

Dinsos PMD Barito Utara Gelar Pelatihan Demi Mempercepat Penyusunan Profil Desa Berbasis IT

Daerah

Pemkab Barito Utara Tutup Konsultasi Publik RKPD 2026

Daerah

Kapal Ditpolairud Polda Kalteng Rutin Periksa Surat Berlayar di DAS Mentaya

Daerah

LPPDSDM-BKPRMI Barito Utara Adakan Pelatihan Khatib, Imam dan Bilal