MUARA TEWEH, Tegak Lurus.net – Bupati Barito Utara Shalhuddin menyatakan, dalam Rancangan APBD 2026, porsi belanja infrastruktur pelayanan publik mencapai Rp1.714.986.801.551 atau 52,66 persen.
“Jumlah tersebut lebih dari setengah belanja daerah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, sarana kesehatan, dan fasilitas pendidikan yang merata ke desa-desa,” kata dia.
Ia mengemukakan hal tersebut,
saat menjawab pemandangan umum Fraksi Aspirasi Rakyat terhadap Rancangan APBD 2026, pada sidang paripurna di ruang sidang DPRD Barito Utara di Muara Teweh, Senin, 24 November 2025.
Sekadar informasi, lima fraksi pendukung DPRD Kabupaten Barito Utara, yakni Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Aspirasi Rakyat, dan Fraksi Karya Indonesia Raya menyampaikan pemandangan umum terhadap nota keuangan bupati Barito Utara, Jumat, 21 November 2025 lalu.
Ia kembali menegaskan, alokasi belanja modal mendapatkan porsi terbesar. Mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, sarana kesehatan, dan pendidikan.
Sedangkan mengenai tak adanya penyertaan modal Pemkab Barito Utara pada Bank Pembangunan Kalteng, ia menyatakan, berdasarkan Perda Barito Utara nomor 2/2022 penyertaan modal telah selesai pada Perubahan APBD 2024.
“Untuk posisi fiskal jangka panjang Pemkab Barito Utara relatif rendah, karena struktur APBD lebih banyak ditopang oleh transfer dari pemerintah pusat (dana transfer), sehingga tantangan utama adalah memperkuat PAD agar fiskal tetap berkelanjutan,” jelas mantan pj bupati Kotim ini.
Sebelumnya, Shalahuddin lebih dahulu menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat. Pemkab diminta mengurangi defisit anggaran yang mencapai Rp116, 7 miliar.(Abram)Brlanaj











