TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Nadalsyah, menjawab pertanyaan Fraksi Amanat Rakyat Karya Sejahtera (F-ARKS) tentang LPG 3 kg, Kamis 7 September 2023.
Sebelumnya Fraksi ARKS gabungan PAN, Hanura, Golkar, dan PKS, meminta penjelasan Pemkab Barito Utara, tentang penanganan kelangkaan LPG 3 kg, Selasa 5 September 2023.
“Bagaimana strategi dari pemerintah daerah dalam menangani hal tersbut,” kata juru bicara Fraksi ARKS, Hasrat, pada rapat paripurna, Selasa lalu.
Bupati Nadalsyah mengatakan, penyebab kelangkaan LPG 3 kg karena distribusi dan penyaluran dilakukan secara terbuka. Seharusnya penyaluran tertutup.
Distribusi belum tepat sasaran, sehingga
mengakibatkan harga mahal. Agen dan pangkalan diduga belum sepenuhnya mengikuti harga eceran tertinggi(HET) ketetapan pemerintah.
“Bahkan diduga ada agen menjual dengan harga tinggi termasuk menyalurkan LPG 3 kg ke pangkalan tak resmi,” beber Nadalsyah.
Bupati memastikan pemkab telah melakukan langkah strategis. Seperti menyampaikan surat kepada empat agen perihal pasar penyeimbang. Menyampaikan surat kepada General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina patra Niaga di Balikpapan, dan melaporkan ke Dirjen Migas Kementerian ESDM.
“27 langkah yang sudah kita lakukan. Langkah terbaru menjatuhkan sanksi peringatan dan pemutusan hubungan usaha (PHU) kepada belasan pangkalan nakal,” kata Nadalsyah.
Pemerintah juga mengusulkan kepada Pertamina, agar Perusda Batara Membangun(BM) dalam jangka pendek ditunjuk sebagai pangkalan.
“Setelah beragam usaha dilakukan, seminggu ini masyarakat di Muara Teweh dan sekitarnya, tak lagi mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kg. Pangkalan sudah aktif dan menjual sesuai HET,” kata Nadalsyah.
Untuk menunjang pelaksanaan pengawasan distribusi dan harga LPG 3 kg, Nadalsyah mengatakan telah diusulkan di dalam rancangan APBD Perubahan 2023.(mel)











