TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – PT Bharinto Ekatama alias BEK, pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, belum menyelesaikan sengketa lahan dengan sekelompok warga Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, sejak 10 tahun lalu.
Buntutnya, 47 warga yang mengklaim dirinya sebagai pemilik tanah seluas 17,8 hektare (ha) mengirimkan surat kepada perusahaan tersebut.
Isi surat yang dilayangkan kepada Dirut PT BEK, tentang aksi penutupan sementara tambang PT BEK wilayah Kalteng. Surat tersebut tertanggal 30 Juli 2024.
Salah satu pemilik tanah, Soaidi Efendi, mengatakan aksi yang dilakukan pada Jumat 2 Agustus 2024 nanti, berupa penutupan total operasional PT BEK yang berada di wilayah Kalteng.
Soaidi bersama 46 warga lainnya menuntut penyelesaian hak lahan di areal 946 PT BEK yang belum selesai seluas 17,8 ha sesuai dokumen Surat Pernyataan Pengelolaan Tanah Secara Adat Di atas Tanah Negara dengan (Nomor Register :2932/235/SPPT/V/2014, tertanggal 14 Mei 2014.
“Kami sangat terpaksa melakukan kegiatan ini, mengingat sejak surat terbit di tahun 2014, bahkan lahan tersebut dikelola sejak tahun 2005 sampai dengan sekarang, belum ada penyelesaian, ” ungkap Soaidi kepada tegaklurus.net, Rabu 31 Juli 2024 pagi.
Ia mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan, seperti melayangkan surat dan beberapa kali mediasi dengan pihak yang bertanggung jawab di site PT BEK, namun belum membyahkan hasil.
“Penahanan operasional ini kami akhiri, sampai adanya penyelesaian dari PT BEK. Dalam aksi ini yang akan turun 47 orang pemilik lahan dan keluarga, warga Teweh Timur. Bahkan jumlahnya bisa lebih, ” tutur Soaidi.
Tanah yang dituntut warga berada di daerah Tenaik merupakan wilayah ulayat adat Kecamatan Teweh Timur yang disebut Bawo Pangengko La’ang Penyemang atau tempat berburu dan mempertahankan hidup mencari sesuap nasi.
Saat dikonfirmasi, Eksternal PT BEK, Hirung, mengatakan pihaknya juga sudah menerima surat tersebut dari kelompok Arif Suban.
“Kami masih pertimbangkan karena sebelumnya sudah ketemu, ” ujar Hirung kepada media ini melalui aplikasi WhatsApp, Rabu siang. (mel)














