TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Situasi di jalan masuk lokasi tambang (pit) PT HPU kontraktor BDA di Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, kembali kondusif, setelah aksi pemortalan berakhir, Kamis, 13 Februari 2025 malam.
Pihak masyarakat adat Desa Panaen sepakat membubarkan aksinya, setelah Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto langsung turun ke lapangan.
“Sudah sepakat bubar. Pak Kapolres memimpin pembubaran. Nanti akan berlanjut dengan mediasi, ” jelas Ketua BPD Panaen Feri didampingi mantan kades Hadini kepada media ini, Jumat, 14 Februari 2025 petang.
Mediasi antara kedua pihak dijadwalkan pada Rabu, 19 Februari 2025 di Kantor Kecamatan Teweh Baru dengan mempertemukan Masyarakat adat Desa Panaen dengan KTT PT BDA, PJO PT HPU, PJO PT KWN, PJO PT SMP, dan PJO PT BSB.
Seperti diberitakan sebelumnya,
Sekitar 32 orang anggota masyarakat adat Desa Panaen turun ke lapangan untuk menutup atau memortal memortal jalan masuk ke lokasi tambang PT HPU kontraktor tambang PT Batu Bara Dua Ribu Abadi (BDA), pemegang konsesi PKP2B, Kamis, 13 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB.(Melkianus He)









