Tegak Lurus, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut), bakal melanjutkan proyek jembatan Lemo yang melintasi Sungai Barito di Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, pada 2023 mendatang.
“Lokasi pembangunan Jembatan Lemo masih tetap berada di lokasi yang dulu. Dan alat pancang sudah bersandar untuk melakukan pemancangan tiang jembatan di Desa Lemo. Pembangunan jembatan dilanjutkan tahun 2023,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barut, M Iman Topik, Sabtu 26 November 2022.
Taufik menambahkan, alat untuk pemancangan tiang jembatan Desa Lemo tersebut mengalami kerusakan, sehingga pekerjaan tertunda. Kini alat tersebut sudah berada di lokasi pembangunan jembatan.
“Kami baru saja dari Sikan dan Desa Lemo. Alat untuk pemancangan tiang jembatan di Desa Lemo sudah datang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang dibawa menggunakan tongkang. Semoga dalam pengerjaan jembatan tersebut lancar dan tidak ada kendala,” kata Topik.
Sekadar diketahui, pemancangan tiang pertama pembangunan Jembatan Lemo tersebut dilakukan oleh Bupati Barito Utara Nadalsyah pada 30 September 2021.
“Kita harapkan pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 623 meter dan lebar jembatan 8 meter dengan dana sebesar Rp187 miliar berjalan sesuai rencana,” ucap Topik.
Pekerjaan pembangunan jembatan rangka baja di Desa Lemo ini dengan biaya bersumber dari APBD Kabupaten Barito Utara dan partisipasi dari PT Mitra Barito untuk pembelian rangka baja bentang 120 meter dan bentang 60 meter.
Sebelumnya Bupati Barito Utara Nadalsyah telah meminta proses perakitan baja Jembatan Lemo di Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah dimulai Januari 2023.
“Perakitan baja jembatan bentang 120 meter tidak mendesak. Sehingga tidak harus selesai di Mei 2022, bulan Oktober-November 2022 tidak apa-apa. Yang kami minta agar pada Januari 2023 dimulai perakitan di Barito Utara,” kata Nadalsyah.
Nadalsyah juga mengharapkan agar sebelum akhir jabatan sebagai Bupati, Jembatan Lemo dapat fungsional.(snt/ed)














