MUARA TEWEH, Tegaklurus.net – Anggota DPRD Barito Utara/PKB) Suhendra menanggapi percepatan pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang di Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menilai, proyek tersebut memiliki peran strategis memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan penghubung Lemo dan Lemo Seberang menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini akses transportasi warga masih terbatas dan sangat bergantung pada jalur penyeberangan sungai.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi urat nadi penghubung masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Karena itu, pengerjaannya harus dipercepat tanpa mengabaikan kualitas,”jelas dia di Muara Teweh.
Ia menyebutkan, penting pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan proyek agar sesuai dengan perencanaan teknis dan anggaran yang telah ditetapkan.
DPRD, sambung dia, akan menjalankan fungsi kontrol guna memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain aspek teknis, ia turut pula menyoroti penyelesaian persoalan lahan yang terdampak proyek.
Ia meminta proses ganti rugi dilakukan secara transparan dan melalui musyawarah bersama warga.
“Pendekatan persuasif dan komunikasi terbuka sangat penting agar tak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Hak warga harus dihormati, sementara pembangunan tetap bisa berjalan sesuai target,”imbuh dia.
Ia mengharapkan, sinergi antara DPRD dan pemkab terus terjalin demi mempercepat realisasi proyek-proyek prioritas daerah, termasuk pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang, karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.
Ia merasa optimis, apabila seluruh tahapan dilaksanakan dengan perencanaan matang dan pengawasan maksimal, jembatan tersebut dapat segera difungsikan dan menjadi pendorong pertumbuhan wilayah di Kecamatan Teweh Tengah.(Ray)














