Home / Daerah

Senin, 26 Februari 2024 - 16:32 WIB

Banjir di Kecamatan Gunung Timang, Puluhan Titik Jalan dan Rumah Terendam Air

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Hujan deras menyebabkan Sungai Setalar meluap, sehingga terjadi banjir di Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sejak Minggu (25/2/2024) malam.

Banjir merendam rumah warga dan sedikitnya 20’titik pada ruas Jalan Nasional dan jalan penghubung dari Kandui, ibu kota Kecamatan Gunung Timang ke desa-desa arah Hulu dan Hilir Sungai Setalar, anak Sungai Barito.

Kapolsek Gunung Timang, Iptu Ade Soemarna, Senin (26 Februari 2024 siang membenarkan,
banjir merendam beberapa ruas jalan di Kecamatan Gunung Timang.

Para pejabat teras termasuk Kapolres Barito Utara AKBP Gede Eka Yudharma dan Dandim 1013/Muara Teweh Letkol (Inf) Agussalim Tuo, langsung mengecek ke Kandui, Senin pagi.

“Unsur Forkopimda dan pejabat terkait Barito Utara, baru saja melakukan pemantauan situasi banjir yang merendam berapa ruas jalan, baik Jalan Nasional, maupun jalan antardesa, ” kata Ade Soemarna kepada media ini.

Kapolsek Gunung Timang merinci titik banjir sebagai berikut :
1) Di ruas Jalan Nasional Muara Teweh-Kandui-Banjarmasin empat titik, yaitu :
– Depan kantor Ranting Bank Kalteng dengan kedalaman sekitar 30 cm, panjang ruas jalan yang terendam 70 meter.
– Depan kantor PLN sampai dengan Simpang Pasar Kandui kedalaman air sekitar 40 cm, pajang ruas jalan yang terendam 300 meter.
– Depan Indomart sampai dengan Gereja Katholik Santo Petrus Kanisius Desa Kandui kedalaman air sekitar 50 cm, pajang ruas jalan yang terendam 500 meter.
– Bundaran Desa Kandui / Simpang Montallat kedalaman air sekitar 40 cm, panjang ruas jalan yang terendam 90 meter.

Baca Juga :  Pemkab Mura Pastikan Mutu RSUD Puruk Cahu Terjaga

2) Di ruas Jalan Desa Kandui menuju Desa Batu Raya (arah Hulu Sungai Setalar) 13 titik dengan kedalaman air bervariasi antara 40 cm s/d 100 cm, panjang ruas jalan yang terendam antara 100 meter sampai dengan 150 meter, antara lain :
– Desa Jaman terdapat tiga titik,
– Desa Pelari terdapat tiga titik.
– Desa Sangkorang terdapat dua titik.
– Desa Siwau terdapat dua titik.
– Desa Tongka terdapat tiga titik.

3) Di ruas Jalan Desa Kandui menuju Desa Malungai (arah Hilir Sungai Setalar) tiga titik dengan kedalaman sekitar air 40 cm s/d 100 cm, panjang ruas jalan yang terendam 50 meter hingga 80 meter, antara lain :
– Dari pepan pencurian milik Ontoy sampai dengan pencucian Arul.
– Dari Kuhung sampai dengan Direksi keet Prestasi.
– Dari depan SDN Desa Majangkan sampai ujung kawasan semenisasi.

Berdasarkan hasil pemantauan, sambung Ade, pada ruas Jalan Nasional di Desa Kandui ketinggian air di permukaan jalan selutut orang dewasa dan masih bisa dilintasi kendaraan roda dua atau lebih.

“Ketinggian banjir yang merendam ruas jalan di wilayah hilir sungai terus meningkat, hal ini diakibatkan banjir kiriman dari daerah Hulu Sungai Setalar. Sedangkan penurunan debit air diperkirakan akan terjadi pada besok hari, hal itupun jika tidak terjadi hujan kembali pada malam hari, ” sebut Ade.

Baca Juga :  Ciptakan Lingkungan Perairan Asri dan Sehat, Ditpolairud Bersihkan Sampah di Pantai Kempeng Pegatan

Ada pun situasi arus lalu lintas jalan ke arah hilir cukup terhambat, karena ruas jalan yang terendam banjir hanya bisa dilewati menggunakan rakit yang disediakan warga. Jumlah rakit terbatas dan tak memadai.

“Warga masih belum ada yang mengungsi, karena konstruksi bangunan rumah masyarakat merupakan rumah panggung, ” tukas Ade.

“Ketinggian banjir yang merendam ruas jalan di wilayah hilir sungai terus meningkat, hal ini diakibatkan banjir kiriman dari daerah Hulu Sungai Setalar. Sedangkan penurunan debit air diperkirakan akan terjadi pada besok hari, hal itupun jika tidak terjadi hujan kembali pada malam hari, ” jelas Ade.

Ada pun situasi arus lalu lintas jalan ke arah hilir cukup terhambat, karena ruas jalan yang terendam banjir hanya bisa dilewati menggunakan rakit yang disediakan warga. Jumlah rakit terbatas dan tak memadai.

Situasi arus lalu lintas pada ruas jalan yang terendam banjir terhambat, karena warga masyarakat harus berhati-hati dengan cara bergantian melewati ruas jalan tersebut.

“Warga masih belum ada yang mengungsi, karena kontruksi bangunan rumah masyarakat merupakan rumah panggung, ” kata Ade.

Dia menambahkan, sambungan listrik ke wilayah Gunung Timang, mengalami pemadaman yang juga mengakibatkan jaringan sinyal telpon dan internet non aktif.

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Api Lalap Tiga Bangunan, Salah Satunya Toko di Jalan Poros Muara Teweh-Benangin

Daerah

Sekda Barito Utara Bersama KPU dan Bawaslu Cek Percetakan Surat Suara PSU

Daerah

25 Pengurus Koperasi Dilatih Akuntansi

Daerah

Anggota Komisi III DPRD Minta Tanah Longsor di Pendreh Ditangani Darurat

Daerah

Shalahuddin Pastikan Pelebaran Jalan Muara Teweh segera Dikerjakan

Daerah

Personel Ditpolairud Bimbing Masyarakat Cegah Karhutla

Daerah

Bupati Shalahuddin : Barito Utara Tingkakan Produktivitas Pertanian Jagung Hibrida

Daerah

Ditpolairud Patroli Dialogis, Kian Kokoh Saling Percaya antara Polisi dan Masyarakat