SAMPIT, Tegak Lurus.net –
Ditpolairud Polda Kalteng Kapal Polisi XVIII-2006 patroli Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya beserta Polres Kotim, Koramil Bagendang, PMI, Basarnas, mengevakusi jenazah nakhoda TB. Surya Perkasa 502 di Pelindo III Bagendang Cabang Sampit, Kotim, Kamis, 20 November 2025 malam.
Semula Kapal TB. Surya Perkasa 502 yang menggandeng BG. Kahuripan 502, bertolak dari Dumai tujuan Sampit dengan jumlah kru 14 orang dalam keadaan sehat, Selasa, 11 November 2025 lalu.
Menurut informasi yang dihimpun, memasuki Rabu, 19 November 2025, tepat pada titik Koordinat 03°23’600″ S 122°49’446″ E kondisi fisik salah satu kru yang berprofesi sebagai nakhoda kapal lemah. “Saat itu rekannya melihat tubuh nakhoda pucat,” jelas Dirpolairud Polda Kalteng Kombes (Pol) Dony Eka Putra, melalui Komandan KP XVIII-2006, Aipda Choirul Mahfud.
Ia menambahkan, Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, nakhoda kapal tiba-tiba mengeluhkan sakit pinggang, dada sesak dan ulu hati sakit, sehingga rekan-rekannya melakukan pertolongan dengan mengoleskan minyak gosok.
Tapi hanya sejam berselang, sekitar pukul 11.20 WIB nakhoda tak sadarkan diri. “Saat dicek hidungnya tak bernafas lagi, sehingga nakhoda dinyatakan meninggal dunia,” ujar Chief Officer TB. Surya Perkasa 502, Yusup.
Ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada agensi pelayaran, membuat berita acara, dan memerintahkan mempercepat menuju Sampit untuk mengevakuasi jenazah Juarsah di Pelabuhan Pelindo III Cabang Sampit. Sedangkan kru lain diambil keterangan.
Korban dibawa ke RSUD. Murjani Sampit untuk mendapatkan visum sebagai dasar keterangan hasil medis.(Abram/Kp26-Ditpolairud)














