TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Awaludin, korban kebakaran dan ledakan Tug Boat Hasyim, penarik atau asist tongkang batu bara perusahaan tambang PT Pada Idi di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, belum ditemukan sejak dinyatakan hilang sejak lima hari lalu.
Awaludin merupakan anak buah kapal (ABK) WAG yang juga bekerja untuk PT Pada Idi. Diduga dia terjatuh atau terpental ke Sungai Barito saat terjadi kebakaran TB Hasyim. “Berdasarkan keterangan saksi pada saat kejadian, korban berada dibagian buritan TB Hasyim yang saat itu sedang tambat bersama TB WAG, ” ungkap Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Wahyu Satiyo Budiarjo kepada tegaklurus.net Selasa 26 Maret 2025 malam.
Selain Awaludin yang dinyatakan hilang,
Dua orang ABK mengalami luka bakar, yaitu Rizaldi (20) ABK TB Hasyim, warga Banjarbaru, dan Abdul Yassar (34) ABK TB WAG.
Dua orang ABK meninggal dunia, yaitu Syahminan (ABK TB Hasyim) dan Dalih Rizaldi (ABK TB Hasyim), warga Wonosobo, Jawa Tengah.
Sejak dinyatakan hilang, pencarian terhadap Awaludin diintensifkan. Tim gabungan terdiri dari Basarnas Kalteng, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat terus menyisir sekitar lokasi kejadian, Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara.
“Hingga sore ini, pencarian masih nihil,” ungkap Rianva Bella, Ketua Tim BPBD Barito Utara Minggu. “Tim BPBD stanby di posko dan terus berkoordinasi untuk langkah selanjutnya.” tambah dia.
Selain pencarian dengan menyisir Sungai Barito, upaya lain juga dilakukan dengan penggelombangan menggunakan kapal tug boat di dermaga dan pelabuhan sekitar lokasi kejadian atau tempat awal korban hilang, tetapi belum membuahkan hasil.
Tim gabungan telah melakukan penyisiran dengan radius lima kilo meter dari lokasi kejadian ke arah Desa Mukut.
“Tim gabungan juga melakukan koordinasi dengan pihak Perusahaan PT Pada Idi untuk melakukan penggelombangan menggunakan Kapal tug boat di dermaga dan pelabuhan atau sekitar titik kejadian,” ungkap Rianva.
Ia menambahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian, tim gabungan menyisir dan menyosialisasikan ulang kepada warga di pesisir Sungai Barito untuk membantu pencarian.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak desa dan masyarakat di sepanjang Sungai Barito untuk membantu pencarian,” sebut Rianva.(mel)









