TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Berulangkali jalan kabupaten penghubung antardesa di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, rusak.
Jalan rusak menyebabkan warga sulit, karena arus transportasi sangat terganggu, terutama angkutan hasil pertanian dari desa dan juga sebaliknya pasokan bahan kebutuhan warga dari kota.
“Saya lihat, sekitar seminggu terakhir ini kerusakan jalan makin parah. Titik kerusakan parah berada di sekitar Km 46, Desa Liju,” kata warga bernama Arjianto kepada tegaklurus.net, Minggu, 16 Februari 2025.
Arjianto mengatakan, kendaraan roda dua maupun roda empat sangat sulit melewati titik tersebut. Apalagi saat masuk musim menghujan jakan berubah menjadi kubangan lumpur, karena lapisan aspal habis terkelupas.
“Kami mohon pemerintah turun tangan memperbaiki kerusakan jalan di Desa Liju. Minimal pengerasan jalan, ” imbuh Arjianto.
Jalan tersebut menghubungkan beberapa desa, yakni Desa Liju, Sei Liju, Jamut, Mampuak l, Mampuak ll dan Sampirang l dengan ibu kota Kecamatan Teweh Timur, Benangin.
Kerusakan jalan tersebut bukan hanya terjadi sekali ini, sehingga warga sering memviralkan. Namun setelah beberapa kali perbaikan, jakan tersebut kerap rusak lagi.
Menanggapi kerusakan jalan di Teweh Timur, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, M Iman Topik mengatakan, pihaknya segera turun ke lapangan untuk penanganan darurat Jalan Simpang Km 30.
“Kami segera turunkan alat berat untuk penanganan kedaruratan. Kami memahami betul kesulitan warga, sehingga kami prioritaskan, ” kata Topik kepada wartawan, Senin, 17 Februari 2025.
Ia menambahkan, perbaikan Jalan Simpang Km 30 akan dilakukan tahun ini. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sedang melakukan, proses lelang.
Topik mengharapkan, perusahaan yang menggunakan ruas jalan tersebut sebagai fasilitas produksi, turut terlibat dalam penanganan darurat.(Dor Abram)














