TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Barito Utara, Sastra Jaya menegaskan, seluruh kader wajib mendukung pasangan bakal pasangan calon dari koalisi nomor urut 2, Jimmy Carter-Inriaty Karawaheni dalam PSU Pilkada Barito Utara.
Sastra menegaskan hal ini didampingi oleh seluruh Ketua PAC se-Barito Utara, usai pendaftaran bakal paslon Jimmy-Inriaty yang juga diusung partai tersebut, Jumat 30 Mei 2025.
“PDI Perjuangan secara utuh dan bulat seluruh strukturnya, satu DPC, ketua fraksi, sembilan PAC, dan 113 ranting wajib dan harus berada di pasangan Jimmy-Inri. Ini penegasan dari pusat dari DPP,”tegas Sastra Jaya di hadapan awak media.
Ia menekankan bahwa tak ada ruang bagi kader untuk bersikap abu-abu alias bermain dua kaki. “Artinya tidak ada keraguan dan tak ada main dua kaki. PDI Perjuangan secara organisasi, secara partai, berada di nomor urut 2, yaitu pasangan Jimmy dan Inri. Ini sudah menjadi keputusan partai,” lanjut dia.
Ia juga mengajak seluruh simpatisan PDI Perjuangan dan masyarakat Barito Utara, bersatu memenangkan pasangan nomor urut 2 pada PSU 6 Agustus 2025 mendatang.
“Ini adalah perjuangan bersama menuju kemenangan. Kalau ada pihak-pihak yang mengambil keputusan lain, itu adalah pilihan pribadi. Tetapi secara partai, tak ada keraguan, kami bersama Jimmy-Inri,” ujar anggota DPRD Barito Utara ini.
INRIATY KARAWAHENI SAH KADER PDI PERJUANGAN
Masa berkaitan dengan pencalonan, Sastra Jaya, memastikan bahwa Inriaty Karawaheni resmi menjadi kader PDI Perjuangan sejak yang bersangkutan mengajukan permohonan bergabung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.
“Saya menjalankan instruksi partai. Artinya, sepenuhnya organisasi PDI Perjuangan yang ada di Barito Utara ini mendukung koalisi urut 2. Bu Inri sejak dia mendaftar, dia menyatakan dirinya masuk ke PDIP,” beber Sastra lagi.
Ia menjelaskan, permohonan bergabung ke PDI Perjuangan sudah diterima oleh DPP sejak Inriaty mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala daerah.
“Permohonannya sudah ada masuk ke PDI Perjuangan. Dan itu saya teruskan ke DPP. Jadi Ibu Inri sekarang sudah ada di PDI Perjuangan,”tambah dia.
Soal status keanggotaan resmi atau Kartu Tanda Anggota (KTA) Inry, Sastra menegaskan hal tersebut menjadi kewenangan DPP. Namun, secara prinsip, ia menyatakan proses permohonan telah berjalan.
“Masalah KTA ada atau tidak, saya serahkan ke DPP. Tapi yang saya tahu, permohonan ke saya sudah ada dan sudah saya lanjutkan ke DPP,”imbuh dia.(Melki)














