Home / Parlemen

Senin, 12 Agustus 2024 - 23:40 WIB

Ketua F-PKB Benny Siswanto : Sarankan Pemkab Fokus Tingkatkan SDM Terdidik 20 Tahun

Ketua Fraksi PKB DPRD Barito Utara, Benny Siswanto.(dok tegaklurus.net)

Ketua Fraksi PKB DPRD Barito Utara, Benny Siswanto.(dok tegaklurus.net)

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Barito Utara Benny Siswanto, meminta Pemkab memfokuskan peningkatan SDM terdidik selama 20 tahun ke depan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Senin 12 Agustus 2024.

Benny menyatakan, hal tersebut harus diwujudkan karena sumber daya manusia merupakan modal dasar.

Baca Juga :  Haji Gogo Kaget, Warga Berbondong-bondong Ingin Bertemu Dirinya

Pendapat ini disampaikannya dalam rapat paripurna pemandangan umum terhadap RPJPD Barito Utara 2025 – 2045.

Fraksi PKB meminta Pemkab Barito Utara mengutamakan masyarakat sebagi penerima manfaat dan bikan hanya obyek pembangunan.

Fraksi PKB menyambut baik Raperda RPJPD 2025-2045 yang mengacu kepada Rencana Pembangunan Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Kapolres Barito Utara Lantik Empat Pejabat Baru

Fraksi PKB juga mengharapkan, RPJPD 2025-2045 mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dengan menempatkan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan.(Hersan)

 

Share :

Baca Juga

Parlemen

Ketua DPRD Barito Utara Sarankan Perusahaan Pakai Karyawan Setempat

Parlemen

Fraksi ARKS Pertanyakan Silpa APBD 2023

Parlemen

Anggota DPRD Barito Utara, Nety, Minta Pemerintah Lebih Memperhatikan Bidang Pendidikan

Parlemen

Anggota DPRD Tajeri Sarankan Pj Bupati Barito Utara Turun Tangan Atasi Harga Elpiji 3 Kg

Parlemen

Hari Sumpah Pemuda, Tajeri Menggugah Semangat Pemuda Barito Utara

Parlemen

Anggota DPRD Kalteng Kunker ke DPRD Barito Utara, Bahas Peningkatan PAD

Daerah

KNPI Diminta Jadi Motor Pemuda Membangun Murung Raya

Parlemen

Fraksi KIR Pertanyakan Belanja Daerah Defisit Rp120 Miliar, Padahal Usulan Rp3 Triliun Lebih