Home / Pemkab Barito Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:24 WIB

Ketua TP PKK Barito Utara Edukasi Siswa SMAN 4 Muara Teweh Seputar Bahaya Pernikahan Anak

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin, mengedukasi mengenai pencegahan pernikahan usia anak kepada peserta MPLS di SMA Negeri 4 Muara Teweh, Rabu, 15 Juli 2026.(Abram/Tegaklurus.net)

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin, mengedukasi mengenai pencegahan pernikahan usia anak kepada peserta MPLS di SMA Negeri 4 Muara Teweh, Rabu, 15 Juli 2026.(Abram/Tegaklurus.net)

MUARA TEWEH, Tegaklurus.net– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, mengajak para pelajar tak terburu-buru menikah dan lebih memprioritaskan pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Ia menyerukan ajakan tersebut saat memberikan materi pencegahan pernikahan usia anak kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 4 Muara Teweh, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia memaparkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16/2019 tentang Perkawinan, batas minimal usia menikah adalah 19 tahun.

Ia mengatakan, pernikahan pada usia anak berisiko menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga kondisi sosial ekonomi.

Kehamilan dan persalinan pada usia yang belum matang dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.

Baca Juga :  Ketua Komisi III : Raperda Penanaman Modal Harus Beri Kepastian Hukum dan Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Selain itu, pernikahan dini juga sering menyebabkan anak putus sekolah, kehilangan kesempatan mengembangkan potensi, serta menghadapi tekanan mental dan ekonomi.

*Remaja harus memiliki cita-cita dan fokus menyelesaikan pendidikan. Jangan sampai masa depan terhambat karena menikah sebelum benar-benar siap secara fisik, mental, maupun ekonomi,”imbuh dia.

Ia menjelaskan, sejumlah faktor yang masih menjadi penyebab terjadinya pernikahan usia anak, antara lain kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, pengaruh budaya, kehamilan yang tak direncanakan, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, hingga tekanan lingkungan.

Sebab itu, ia mengimbau para siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghindari pergaulan berisiko, serta tidak ragu berkonsultasi dengan orang tua, guru, atau konselor apabila menghadapi persoalan yang dapat memengaruhi masa depan.

Baca Juga :  Ikut Rombongan Pemkab ke KPK, Anggota DPRD Hasrat Komit Dukung Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Pendidikan merupakan bekal utama untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa pencegahan pernikahan usia anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah harus bersinergi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Para peserta MPLS mengikuti penyampaian materi dengan antusias. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya merencanakan masa depan, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, serta menghindari pernikahan usia anak demi mewujudkan generasi Barito Utara yang berkualitas.(Abram)

Share :

Baca Juga

Pemkab Barito Utara

Barito Utara Perkuat Kerja Sama Lintas Daerah, Wabup Felix Tingan Hadiri HUT Kotim
Dinkes Barito Utara melaksanakan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), memeriahkan Hari Jadi ke 76 Kabupaten Barito Utara, di Kecamatan Lahei Barat, Rabu, 8 Juli 2026.(Foto/Dok Dinkes Barito Utara)

Pemkab Barito Utara

Momentum HUT ke-76 Barito Utara, Dinkes Perluas Akses Pelayanan Kesehatan Bergerak

Pemkab Barito Utara

Peringati Isra Mikraj, Bupati Barito Utara Serukan Peningkatan Makna dan Kualitas Salat

Pemkab Barito Utara

Bupati Barito Utara Shalahuddin Adakan Zikir dan Salat Hajat Akhir Tahun

Pemkab Barito Utara

Bupati Barito Utara Optimis Pengadaan Tanah Pelebaran Jalan Lancar

Pemkab Barito Utara

Barito Utara Makin Percaya Diri Rangkul Investor, Realisasi Investasi Tembus 90 Persen

Pemkab Barito Utara

Bupati Barito Utara Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Terjangkau, Masifkan Gerakan Pangan Murah

Pemkab Barito Utara

Bupati Shalahuddin : Barito Utara sudah Tangani 182 Kejadian Karhutla hingga Akhir Agustus