Home / Daerah

Kamis, 19 Juni 2025 - 22:45 WIB

Pipa Kondensat Milik PT MGE Diduga Bocor, Sungai Lahei di Barito Utara Bisa Tercemar

Pipa kondensat  milik PT Mirah Ganal Energi (MGE) di Desa Bengahon, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diduga bocor. Cairan kondensat terlihat jelas di sungai. Air pun berubah menjadi berwarna kehijauan.(ist : Hairil/tegaklurus.net)

Pipa kondensat milik PT Mirah Ganal Energi (MGE) di Desa Bengahon, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diduga bocor. Cairan kondensat terlihat jelas di sungai. Air pun berubah menjadi berwarna kehijauan.(ist : Hairil/tegaklurus.net)

TEGAKLURUS. net, Muara Teweh – Pipa kondensat milik PT Mirah Ganal Energi (MGE) di Desa Bengahon, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diduga bocor.

Kondensat merupakan campuran hidrokarbon cair yang berwujud cairan pada kondisi standar (suhu dan tekanan normal). Biasanya ditemukan bersama gas alam.

Akibat kebocoran pipa tersebut, minyak kondensat mencemari lingkungan karena mengalir ke Sungai Lahei.

Dari foto-foto yang beredar, cairan kondensat terlihat jelas di sungai. Air pun berubah menjadi berwarna kehijauan.

Warga yang menggunakan air sungai, merasa terganggu karena saat mereka mandi gatal-gatal.

Sumber media ini menjelaskan, dirinya baru mengetahui ada kebocoran kondensat tiga hari terakhir.

“Nah ini drum-drum mereka siapkan untuk memperbaiki pipa yang bocor. Tapi kenyataannya belum bisa juga,”begitu suara seorang pria dalam video yang beredar.

Baca Juga :  Personel Ditpolairud Pastikan Sitkamtibmas Berjalan Kondusif di DAS Mentaya

Ia menjelaskan, ada lima drum untuk memperbaiki kebocoran kondensat. Lima drum tersebut berwarna biru.

“Nah ini banyak ikan yang mati,” kata pria tersebut sambal berjalan ke arah danau, sembari menunjukkan ada beberapa ekor ikan yang mengambang di danau.

” Ikan-ikan ini nah, banyak arwan, gabus mati. Di danau ini sangat merugikan. Nah ini ada timbul satu (sambil menunjukkan gambar ikan yang mati. Red),”kata dia.

Menurut pengakuannya, ia baru mengetahui ada kebocoran pipa kondensat setelah tiga hari.

“Ini saya baru tahu tiga hari ini dan belum ada dari pengelola MGE untuk memberitahu Pemerintah Desa Bengahon atau masyarakat lain sekitar ini,” lanjut dia.

Ia menyatakan, hal ini sangat berbahaya sekali bagi masyarakat sekitar. “Jadi tolong ini, segera cepat ditangani supaya (pipa) tidak bocor,” ujar dia.

Baca Juga :  Personel Ditpolairud bersama Masyarakat DAS Jelai Bersih-bersih Pantai, Kumpulkan Sampah 350 Kg ‎

Sebab, lanjut dia, jika banjir, air bisa mengalir ke Sungai Lahei. “Kalau tembus ke Sungai Lahei, ini berbahaya bagi desa-desa tetangga yang terkena kebocoran ini. Semua merambat ke desa-desa lain,”terang dia.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara, drg Dwi Agus Setijowati, mengatakan, telah meneruskan laporan masuk dan meminta konfirmasi dari PT MGE, tapi belum ada tanggapan. “Iya kami koordinasikan dengan PT MGE, slow respon, ” kata wanita yang akrab disapa Tinuk ini menjawab pertanyaan tegaklurus.net, Kamis, 19 Juni 2025 siang.

Dihubungi terpisah, Direktur PT MGE Suganda Toib dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Kamis pukul 13.00 WIB, tak menjawab hingga berita ini dirilis pukul 20.10 WIB. (Melki)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

HET Elpiji 3 Kg Ditetapkan, Parmana : Tindak Tegas Agen dan Pangkalan Nakal

Daerah

Heriyus Dukung Peran ICDN dalam Membangun Daerah

Daerah

Atasi Destructive Fishing di DAS Jelai, Ditpolairud Polda Kalteng KRYD Patroli

Daerah

DPRD Pertanyakan Jalan Perusda, karena Banyak Rusak

Daerah

Antisipasi Kecelakaan Akibat Cuaca Buruk, Ditpolairud Berikan Imbauan kepada ABK
Didi Rosell menangkan gugatan di PTUN Palangkaraya.

Daerah

Hakim PTUN Batalkan Keputusan Bupati Barito Utara Nadalsyah, Gugatan Didi Rosell Dikabulkan

Daerah

Komandan Kapal 1002 Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warga Desa Binaan di Katingan

Daerah

Pj Bupati Barito Utara Muhlis Buka Forum Perangkat Daerah