TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barito Utara, pada tahun 2024 mencapai 102 persen atau Rp108,4 miliar dari target Rp106,2 miliar.
“Kami sampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, membuat PAD tahun lalu melebihi target sebesar Rp2,2 miliar dari rencana awal,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Barito Utara, Agus Siswadi di Muara Teweh, Jumat 17 Januari 2025.
Agus mengatakan, pencapaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan optimalisasi pajak serta retribusi daerah berjalan efektif.
Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pendapatan untuk mendukung pembangunan daerah.
Dalam pengelolaan PAD, sambung Agus, terdapat sembilan jenis pajak daerah yang dikelola, di antaranya yaitu Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Air Tanah (PAT), Pajak Sarang Burung Walet, dan lainnya.
Ia juga menambahkan, retribusi jasa umum juga menjadi salah satu komponen penting, termasuk pelayanan pasar, kebersihan, kesehatan, hingga pengelolaan tempat wisata seperti Air Terjun Jantur Doyam dan Stadion Swakarya.
“Untuk tahun anggaran 2025, target PAD Barito Utara ditetapkan sebesar Rp107,7 miliar.Kami optimis realisasi PAD di tahun ini juga akan melebihi target,” sebut dia.
Agus mengakui melalui sinergitas semua pihak, optimalisasi aset, dan perluasan basis pajak, PAD tahun ini akan meningkat signifikan. Terutama pada perubahan anggaran mendatang.
Menurut Agus, keberhasilan ini menunjukkan komitmen Pemkab Barito Utara dalam meningkatkan penerimaan daerah guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.(Dor Abram)














