TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Awaludin seorang korban tug boat terbakar dan meledak di Sungai Barito, wilayah Luwe, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, hilang, sehingga terus dicari sejak Senin 25 Maret 2024 malam.
Kapolres Barito Utara AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Satiyo Budiarjo, membenarkan, seorang ABK dari TB WAG, yakni Awaludin, masih belum ditemukan.
Diduga korban terjatuh atau terpental ke Sungai Barito saat terjadi kebakaran. “Berdasarkan keterangan saksi, pada saat kejadian, korban berada dibagian buritan TB Hasyim yang saat itu sedang tambat bersama TB WAG, ” ungkap Wahyu kepada tegaklurus.net Selasa 26 Maret 2025 malam.
Sampai saat ini, sambung Wahyu, keberadaan Awaludin masih belum diketahui. “Diduga yang bersangkutan terjatuh ke Sungai Barito. Polsek Lahei dibantu elemen masyarakat BPBD, dan dinas terkait masih menyusur sungai untuk mencari korban tersebut, ” sebut Wahyu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan para saksi, polisi mengetahui kapal tunda atau TB Hasyim mempunyai kru sebanyak lima orang.
Mereka itu KKM Syahminan, Kapten Ardiansyah, Perwakilan Kapal Dalih Rizaldi, Koki Rizaldi, dan Second Kapten Rahmadi (cuti).
Dua orang ABK yang mengalami luka bakar, yaitu Rizaldi (20) ABK TB Hasyim, warga Banjarbaru, dan Abdul Yassar (34) ABK TB WAG.
Dua orang ABK meninggal dunia, yaitu Syahminan (ABK TB Hasyim) dan Dalih Rizaldi (ABK TB Hasyim), warga Wonosobo, Jawa Tengah.
Saat peristiwa kebakaran disusul ledakan, TB Hasyim sedang berhenti dan tambat di tepi Sungai Barito.
“Kapal sedang berhenti (tambat) dan kapten kapal selamat, karena berada di tug boat sebelahnya (TB WAG) yang sama-sama tambat. Saksi korban yang hidup (terbakar) masih belum bisa dimintai keterangan,” kata Wahyu.
Tim Polda Kalteng Backup Penyelidikan
Berkaitan dengan tug boat PT Pada Idi terbakar dan meledak, tim dari Ditreskrimum Polda Kalteng turun membantu memperkuat penyelidikan.
“Tim beranggotakan tujuh orang dari Ditreskrimum Polda Kalteng sedang dalam perjalanan menuju Muara Teweh,” kata Kasatreskrim Polres Barito Utara, AKP Wahyu Satiyo Budiharjo, Selasa malam.
Selain backup dari Polda Kalteng, Satreskrim Polres Barito Utara telah membuat surat permohonan meminta bantuan teknis kepada Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Surabaya untuk menentukan penyebab kebakaran.
Termasuk pula melakukan tes DNA di Palangkaraya terhadap dua korban meninggal dunia untuk membantu proses identifikasi.(mel)














