SAMPIT, Tegaklurus.net – Di tengah riak tenang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, sebuah gerakan sederhana namun penuh makna terus dilakukan personel Kapal Polisi (KP) XVIII-2005 Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah.
Melalui program Pondok Baca, mereka tidak hanya menjaga keamanan perairan, tetapi juga menebarkan cahaya literasi bagi anak-anak dan masyarakat pesisir, Jumat, 12 Juni 2026.
Kehadiran Pondok Baca yang dioperasikan personel KP XVIII-2005 kini menjadi magnet edukasi di kawasan pesisir.
Beragam buku bacaan yang tersedia menarik minat anak-anak untuk datang, membaca, dan belajar bersama dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.
Program ini menjadi ruang alternatif bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.
Setiap kunjungan ke Pondok Baca tidak hanya diisi dengan aktivitas membaca, tetapi juga pendampingan langsung dari personel Ditpolairud.
Dengan pendekatan humanis, para anggota memberikan motivasi belajar, berbagi pengetahuan umum, hingga menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak pesisir yang menjadi harapan masa depan daerah.
Komandan KP XVIII-2005 Bripka Sunardi mengatakan, keberadaan Pondok Baca merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir.
Menurut dia, literasi menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun terus meningkat. Warga menilai Pondok Baca memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, terutama dalam memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang edukatif dan produktif.
Kehadiran fasilitas tersebut juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.(Abram)














