TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara, Inriaty Karawaheni, menyebutkan sampah menjadi permasalahan nasional, sejalan pertumbuhan jumlah penduduk, kemajuan teknologi, dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.
Kadis Lingkungan Hidup, Inriaty Karawaheni, mengungkapkan hal tersebut pada sosialisasi pengelolaan sampah organik dan anorganik melalui pembuatan kompos, eco enzyme, magot, dan bank sampah, di Muara Teweh, Selasa 5 Desember 2023.
Menurut Kadis Lingkungan Hidup, amanah UU nomor 18/2020 tentang pengelolaan sampah, menyebutkan pengelolaan sampah meliputi kegiatan sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan upaya pengurangan dan penanganan sampah.
Inriaty Karawaheni mengatakan pendekatan yang tepat untuk menggantikan pendekatan end of system (kumpul, angkut, buang) yang selama ini dijalankan, melalui implementasi prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Antara lain dengan melibatkan peran semua lapisan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Perlu ada sosialisasi pengeloaan sampah organik dan anorganik melalui pembuatan kompos, eco enzyme, magot, dan Bank sampah, sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat terkelola dengan baik dari hulu ke hilir. Sampah menumbuhkan nilai ekonomi (circular ekonomi) di masyarakat,” masih kata Inriaty Karawaheni.
Ia mengajak masyarakat memandang sampah mempunyai nilai ekonomi, nilai guna dan manfaat, sehingga tak layak dibuang percuma. Pelaksanaan bank sampah lewat gerakan 3R sebagai langkah nyata membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah.
Keberhasilan pengelolaan sampah ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Sosialisasi pengelolaan sampah organik dan anorganik diikuti sekitar 100 orang peserta mewakili berbagai elemen masyarakat. Saya mengharapkan kita semua ikut berkontribusi aktif mengelola sampah organik dan anorganik,” pesan dia.(dro)














