TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Wakil Ketua Sementara DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan buka suara terkait ketidakhadiran Fraksi PKB dan Fraksi Aspirasi Rakyat pada rapat paripurna pendapat akhir Raperda Perubahan APBD 2024.
Parmana Setiawan menyatakan, ketidakhadiran mereka sebagai bentuk protes karena program kegiatan yang diusulkan seluruh SKPD tidak dibahas secara menyeluruh.
Padahal sambung dia, semua telah sepakat, baik DPRD dan juga tim TAPD untuk membahas bersama.
“Kemarin hanya sempat dua dinas yang di bahas, yaitu dinas PUPR dan Dinas Pendidikan. Padahal kita juga ingin mengetahui semua dinas, termasuk ingin mengetahui terkait dana hibah di bagian Kesra, SosPMD dan di dinas Budparpora,” kata Parmana, Selasa 2 Oktober 2024.
Menurut Parmana, selama ini wakil rakyat selalu di hadapkan dengan jadwal dan waktu pembahasan yang singkat, diarahkan untuk segera menyetujui.
Akibatnya banyak usulan program tidak diketahui atau sebaliknya diketahui setelah pembahasan bersama dilakukan.
Mengenai ketidakhadiran du fraksi pada rapat pendapat akhir mengakibatkan kepentingan rakyat terhambat, Parmana balik bertanya, kepentingan rakyat yang mana terhambat?
Justru, ucap dia, dengan dibahas habis per dinas, bentuk kehati-hatian dalam menggunakan uang rakyat sehingga dapat diketahui yang termuat dalam Perubahan APBD.
“Jangan mengatasnamakan masyarakat, justru dengan dibahasnya Perubahan APBD menyeluruh, agar semua tahu dan lebih jelas kemana arah dari APBD Perubahan Itu ,” ujar Parmana.
Ia menilai, pemberitaan selama ini kurang berimbang, karena pihaknya tidak pernah dikonfirmasi, tidak pernah diminta penjelasan apa alasan ketidakhadiran mereka.
Dia menegaskan, jika sikap mereka tidak hadir dalam paripurna pembahasan APBD tahun 2024 bukan karena terkait Pilkada 2024.
“Sikap kami semata-mata ingin segala pembahasan perubahan APBD agar bisa terbuka dan transparan, tidak ada terkesan ditutup-tutupi,” terangnya.(Hersan)














