Home / Daerah

Kamis, 30 November 2023 - 09:32 WIB

1,6 Persen Masyarakat Barito Utara Terindikasi Miskin Ekstrim

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Barito Utara, Jufriansyah, mengatakan dari jumlah penduduk Kabupaten Barito Utara, 163.243 (menurut data statistik tahun 2023) sekitar 1,6 persen di antaranya terindikasi masyarakat miskin ekstrim.

Hal tersebut disampaikan Jufriansyah pada acara pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Muara Teweh, Kamis 30 November 2023.

Kegiatan GPM tersebut perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan Tengah, Asisten I dan II Sekda, Kepala Dinas Sosial PMD, Kepala Dinas KPP Barito Utara, Kadis Pertanian, Kepala Inspektorat, dan para undangan lainnya.

“Pemkab Barito Utara sangat mengapresiasi diadakannya GPM sebagai prioritas progam pembangunan nasional,” kata Jufriansyah.

Baca Juga :  Lima Tersangka Money Politik Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Barito Utara

Dia mengatakan beberapa tahun lalu Pemkab Barito Utara mengumumkan sesuai dengan mandat pemerintah pusat harus melaksanakan kegiatan-kegiatan penanganan inflasi dan pengentasan kemiskinan.

Jufri juga mengatakan, tahun 2023 dan seterusnya, Pemkab Barito Utara tetap akan melaksanakan kegiatan dalam rangka mendukung program nasional.

“Kalau ekstrim itukan sudah luar biasa, di tempat kita ini ada keluarga yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,”ungkap dia.

Selain itu, masih kata Pj Sekda Jufriansyah, kegiatan ini selain untuk menekan inflasi dan menurunkan angka kemiskinan juga berhubungan dengan stunting.

Baca Juga :  Polmas Perairan, Upaya Ditpolairud Polda Kalteng Bangkitkan Peran Masyarakat Lawan Narkoba di DAS Barito

“Karena ini hubungannya ke stunting, ada masyarakat atau anak-anak muda yang beresiko dengan tidak terpenuhinya pangan, gizi yang baik,” kata Jufri.

Lebih lanjut Pj Sekda mengatakan, ada leading sektor yang akan melaksanakan program tersebut disamping Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga ada Dinsos PMD, Dinas Nakertrankop UKM yang memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk bisa siap pakai di lapangan dan Dinas Perindaksar sebagai pasar penyeimbang.

“Untuk Disperindagsar sifatnya khusus paket dengan harga yang lebih murah kepada masyarakat, sedangkan Ketahanan pangan adalah komoditi yang diperlukan oleh masyarakat,”ujar Jufri.(dro)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Bupati Muhlis Ajak Semi Komponen Tanam Cabai dan Komoditas Pangan

Daerah

KPU Barito Utara Batalkan Debat Publik Paslon di Jakarta, Pindahkan Lokasi ke Palangka Raya

Daerah

Ditpolairud Polda Kalteng Kontinyu Pelihara Kamtibmas di Pegatan DAS Katingan

Daerah

Anak-anak Bantaran Sungai Barito Antusias Kunjungi KMH Ditpolairud

Daerah

Pertamina dan Pemkab Barut Kerjasama, Warga Bisa Beli ELP 3 kg Rp24.000

Daerah

Ditpolairud Gelar Pam Obyek Vital Wisata, Pantai Ujung Pandaran Dipastikan Aman

Daerah

Pj Bupati Muhlis Buka Pelatihan Diksar Anggota Satlimas Se-Barito Utara

Daerah

Muhlis Berharap Jembatan Lemo Fungsional Akhir Tahun 2025