Home / Daerah

Kamis, 5 Oktober 2023 - 20:35 WIB

Warga Teweh Timur Mengeluhkan Air Sungai Teweh Makin Keruh, Sejak Aktivitas Tambang di Hulu Sungai Lampanang

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Warga yang menggunakan air Sungai Teweh di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara mengeluh, karena kondisi air makin keruh setahun terakhir ini, sejak adanya aktivitas pertambangan di hulu Sungai Lampanang.

Tokoh Desa Muara Wakat, Arjianto, Kamis 5 Oktober 2023 mengatakan kepada tegaklurus.net, kini setiap hujan turun, air Sungai Teweh menjadi sangat keruh.

Padahal sebelumnya warga sangat mengandalkan air Sungai Teweh sebagai sumber keperluan sehari-hari. “Kami jadi takut memakai air Sungai Teweh, karena kami nilai tak layak digunakan. Ini baru terjadi setahun terakhir, sejak adanya pertambangan batu bara di hulu Sungai Lampanang, ” ungkap Arjianto.

Sungai Lampanang merupakan anak dari Sungai Teweh. Letak hulu Sungai Lampanang berada didekat Desa Muara Wakat, berjarak sekitar dua km.

Baca Juga :  Pemkab Barito Utara Tampung Aduan Masyarakat tentang Kualitas Pelayanan Publik Lewat SP4N LAPOR!

Arjianto menambahkan, kondisi air Sungai Teweh yang keruh belum dilaporkan ke dinas lingkungan hidup Barito Utara maupun perusahaan tambang yang beroperasi di hulu Sungai Lampanang.

“Tetapi setahu saya pemerintah punya instrumen untuk mengawasi kegiatan tambang dan dampak lingkungan. Bukan cuma menunggu laporan masuk, ” kata pria yang juga berprofesi sebagai abdi negara ini.

Warga lainnya bernama Ati, menyuarakan keluhan senada. *”Kita tidak bilang tercemar, karena harus dibuktikan lewat hasil lab. Tetaoi warna air sungai jelas berubah. Kami tahu persis karena sejak lahir berada di sini, ” tutur Ati.

Baca Juga :  Personel Ditpolairud Edukasi Masyarakat DAS Barito Cegah Karhutla

Arjianto dan Ati memastikan bahwa sejak adanya aktivitas pertambangan di hulu Sungai Lampanang, warga Desa Muara Wakat paling terrkena dampak. “Kami warga Desa Muara Wakat yang terkena dampaknya. Sungai sebagai sumber kehidupan kami, seakan berkurang fungsinya, ” sebut Ati.

Kondisi air sungai menjadi keruh saat hujan turun, bukan hanya tetjadi pada Sungai Teweh.  Beberapa sungai besar lainnya, umumnya anak Sungai Barito juga mengalmi hal yang sama, misalnya di Kecamatan Lahei, Lahei Barat, dan Hajak, Kecamatan Teweh Baru. Sungai yang berubah menjadi keruh berada di dekat wilayah tambang  dan penampungan limbah sawit.(mel)

(mel)

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Cegah Kecelakaan Akibat Cuaca Buruk, Ditpolairud Berikan Imbauan kepada ABK

Daerah

Bupati Shalahuddin : Propemperda Mampunl Meminimalisir Tumpang Tindih Regulasi

Daerah

Bupati Barito Utara Sampaikan Bela Sungkawa Atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Daerah

Hubungan Personel Ditpolairud dengan Warga DAS Katingan Makin Erat Lewat Sambang Desa Binaan

Daerah

Hilang di Sungai Barito, Awaludin Korban Kebakaran dan Ledakan Tug Boat Hasyim Belum Ditemukan

Daerah

BPBD Barito Utara Siapkan Langkah Strategis Kurangi Dampak Bencana

Daerah

Pemkab Murung Raya Fokus Tingkatkan Mutu Faskes

Daerah

Polisi RW Ditpolairud Keliling Pesisir DAS Mentaya, Kamtibmas Kondusif