Home / Daerah

Kamis, 13 Februari 2025 - 18:30 WIB

Pembuktian Masyarakat Adat Desa Panaen, Tutup Jalan Masuk Tambang PT HPU Kontraktor PT BDA

Masyarakat adat Desa Panaen, Kabupaten Barito Utara, turun ke lapangan untuk menutup jalan masuk ke lokasi tambang PT HPU kontraktor tambang PT Batu Bara Dua Ribu Abadi (BDA), pemegang konsesi PKP2B, Kamis, 13 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB.(dok :  masyarakat adat Desa Panaen)

Masyarakat adat Desa Panaen, Kabupaten Barito Utara, turun ke lapangan untuk menutup jalan masuk ke lokasi tambang PT HPU kontraktor tambang PT Batu Bara Dua Ribu Abadi (BDA), pemegang konsesi PKP2B, Kamis, 13 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB.(dok : masyarakat adat Desa Panaen)

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Masyarakat adat Desa Panaen, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, membuktikan apa yang audah mereka sampaikan kepada pihak perusahaan.

Sekitar 32 orang anggota masyarakat adat Desa Panaen turun ke lapangan untuk menutup atau memortal memortal jalan masuk ke lokasi tambang PT HPU kontraktor tambang PT Batu Bara Dua Ribu Abadi (BDA), pemegang konsesi PKP2B, Kamis, 13 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB.

Sebelumnya, kelompok masyarakat adat Desa Panaen sudah lebih dahulu melayangkan surat kepada manajemen PT BDA.

Surat dilayangkan karena warga Panaen selalu bertanya soal pekerjaan atau kerjasama yang diajukan masyarakat adat ke PT BDA. Setelah berjalan tiga bulan, tak ada tanggapan. Masyarakat adat memberi batas atau deadline sampai 12 Februari 2025. Jika tak ada tanggapan, masyarakat adat berdemo ke perusahaan.

Baca Juga :  Pendulum Pindah ke Pasangan Gogo-Helo, Usai Putusan Sela MK dan Putusan Banding Pengadilan Tinggi Palangkaraya

Akhirnya bukan demo, tetapi pemortalan pit tambang seperti dituangkan dalam surat dilakukan oleh masyarakat adat Desa Panaen.

“Ya benar, hari ini kami lakukan aksi lapangan, karena tak ada tanggapan terhadap surat kami,” jelas tokoh masyarakat adat sekaligus Ketua BPD Panaen Feri didampingi mantan kades Panaen Hadini, melalui platform WhatsApp kepada tegaklurus.net, Kamis sore.

Feri maupun Hadini tak memberi detail sampai kapan aksi pemortalan akan dilakukan. Namun keduanya memastikan konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Desa Panaen.

Saat ditanya tanggapan terhadap aksi masyarakat adat Desa Panaen, Eskternal PT BDA Erryt, mempersilahkan untuk bertanya kepada bagian eksternal atau PJO PT HPU.

Baca Juga :  Uskup Palangka Raya Lantik Dewan Paroki Santa Maria de La Salette Muara Teweh, Christian H Yandeng Ketua Harian

Terpisah, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BDA, Danu, mengatakan pihak perusahaan tekah menyampaikan tanggapan kepada masyarakat adat Desa Panaen saat mediasi, Rabu, 12 Februari 2025. “Sdh kami smpikan saat mediasi tgl 12 kemarin di pertemuan dgn desa, ” ucap Danu.

Sekadar diketahui, masyarakat adat Desa Panaen menawarkan supaya mendapat jenis pekerjaan atau kerjasama kepada PT BDA dan kontraktornya , antara lain suplai BBM, kapur, tawas, chemical, peluang kerja lainnya.

“Kami tawarkan untuk pengadaan bahan-bahan tersebut, karena kami mampu mengerjakan atau mengadakan. Bukan meminta pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan, ” beber Feri pekan lalu.(Melki)

 

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Polisi RW Ujung Tombak Pererat Hubungan Mesra Ditpolairud dengan Masyarakat DAS Seruyan

Daerah

Pj Sekda Hadiri Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Teweh Timur

Daerah

Wabup Rahmanto Jabat Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Agung

Daerah

Kasat Resnarkoba dan Kasat Lantas Polres Barito Utara Berganti

Daerah

Musrenbang Kecamatan Teweh Baru, Sasaran Pemerataan Pembangunan dan Penguatan Ketahanan Pangan

Daerah

Pustu Lahei I Terbakar, Warga Tahu Pagi Hari

Daerah

Rutin Sambang, Ditpolairud Jaga Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Pesisir Buntok

Daerah

Kapal Ditpolairud Polda Kalteng Rutin Periksa Surat Berlayar di DAS Mentaya