Home / Daerah

Senin, 24 November 2025 - 20:29 WIB

Bupati Shalahuddin : Belanja infrastruktur layanan publik lebih dari setengah belanja daerah

Bupati Barito Utara Shalahuddin menjawab pemandangan umum lima fraksi pendukung DPRD terhadap Rancangan APBD 2026, saat sidang paripurna di Muara Teweh, Senin, 24 November 2025.(abram/tegaklurus.net)

Bupati Barito Utara Shalahuddin menjawab pemandangan umum lima fraksi pendukung DPRD terhadap Rancangan APBD 2026, saat sidang paripurna di Muara Teweh, Senin, 24 November 2025.(abram/tegaklurus.net)

MUARA TEWEH, Tegak Lurus.net – Bupati Barito Utara Shalhuddin menyatakan, dalam Rancangan APBD 2026, porsi belanja infrastruktur pelayanan publik mencapai Rp1.714.986.801.551 atau 52,66 persen.

“Jumlah tersebut lebih dari setengah belanja daerah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, sarana kesehatan, dan fasilitas pendidikan yang merata ke desa-desa,” kata dia.

Ia mengemukakan hal tersebut,
saat menjawab pemandangan umum Fraksi Aspirasi Rakyat terhadap Rancangan APBD 2026, pada sidang paripurna di ruang sidang DPRD Barito Utara di Muara Teweh, Senin, 24 November 2025.

Baca Juga :  Dandim 1013/MTW dan Kadistan Bariti Utara Tinjau Sentra Lahan Jagung di Mampuak

Sekadar informasi, lima fraksi pendukung DPRD Kabupaten Barito Utara, yakni Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Aspirasi Rakyat, dan Fraksi Karya Indonesia Raya menyampaikan pemandangan umum terhadap nota keuangan bupati Barito Utara, Jumat, 21 November 2025 lalu.

Ia kembali menegaskan, alokasi belanja modal mendapatkan porsi terbesar. Mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, sarana kesehatan, dan pendidikan.

Sedangkan mengenai tak adanya penyertaan modal Pemkab Barito Utara pada Bank Pembangunan Kalteng, ia menyatakan, berdasarkan Perda Barito Utara nomor 2/2022 penyertaan modal telah selesai pada Perubahan APBD 2024.

Baca Juga :  Personel Ditpolairud Polda Kalteng Patroli Jaga Kamtibmas di DAS Kahayan Bahaur

“Untuk posisi fiskal jangka panjang Pemkab Barito Utara relatif rendah, karena struktur APBD lebih banyak ditopang oleh transfer dari pemerintah pusat (dana transfer), sehingga tantangan utama adalah memperkuat PAD agar fiskal tetap berkelanjutan,” jelas mantan pj bupati Kotim ini.

Sebelumnya, Shalahuddin lebih dahulu menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat. Pemkab diminta mengurangi defisit anggaran yang mencapai Rp116, 7 miliar.(Abram)Brlanaj

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapal Ditpolairud Patroli Cegah Destructive Fishing di DAS Kumai, Kalteng

Daerah

Personel Polsek Teweh Tengah Turun Awasi dan Amankan SPBU Perusda

Daerah

TP PKK Murung Raya Bawa Pulang Gelar Stand Inspiratif Mura Expo

Daerah

Ditpolairud Polda Kalteng Intensifkan Mitigasi Bencana Karhutla, Saat Masuk Puncak Kemarau

Daerah

Personel Ditpolairud Bantu Tingkatkan Ketersediaan Pangan di Desa Binaan

Daerah

BBM Langsiran Tumpah, Disambar Api, sehingga Rumah, Uang, dan 2 Sepeda Motor Ludes Terbakar di Barito Utara

Daerah

Pemkab Barito Utara Gelar Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM

Daerah

Medco Energy Sedang Kelola Sumber Daya Gas Berpotensi Cukup Besar di Barito Utara