Home / Daerah / Parlemen

Selasa, 13 Juni 2023 - 14:44 WIB

DPRD Barito Utara Sindir RSUD Sering Rujuk Pasien, Padahal Jadi Rumah Rujukan

TegakLurus.Net, Muara Teweh –

Kalangan DPRD Kabupaten Barito Utara, menyindir RSUD Muara Teweh yang seriong merujuk pasien. Padahal slogannya disebut rumah sakit rujukan.

Sindiran in disampaikan anggota DPRD Barito Utara, H Asran, ketika pihaknya menggelar  Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama managemen RSUD Muaar Teweh dan dinas Kesehatan, Selasa (13/06/2023).

“Rumah sakit kita ini bagus dan megah, bahkan slogannya menjadi rumah sakit rujukan. Tapi di masyarakat itu ada sebutannya terbalik. Bukan menjadi rumah sakit rujukan, melainkan selalu merujuk pasien ke rumah sakit di luar daerah,” kata anggota DPRD Barito Utara H Asran dalam forum rapat.

Dikatakan Asran, sebutan yang ramai di masyarakat ini mesti dijelaskan dalam forum rapat ini oleh managemen rumah sakit. Sehingga nantinya, para wakil rakyat tidak salah menjelaskan hal sebenarnya kepada masyarakat. “Managemen rumah sakit juga diminta menyampaikan permasalahn apa saja yang ada di managemen kepada kami wakil rakyat,” tambah Asran.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Ikuti Workshop Procurement

Direktur RSUD Muara Teweh, dr Tiur Meida mengatakan, sebenarnya kata-kata banyak relatif bagi orang yang mengatakan. Di rumah sakit data ada, sejak tiga tahun lalu di buat sejak tahun 2021 sampai tahun 2023.

Saat ini di rumah sakit kita, jumlah kunjungan meningkat dan rujukan kita menurun. Kenapa rujukan sangat menurun. Pada tahun 2022 rmah sakit sudah menambah poli paru dan poli mata. serta HD untuk cuci darah yang dulu belum ada sekarang sudah ada. Terakhir poli gizi.

Baca Juga :  Pemkab Barito Utara Perkuat Perlindungan Anak dan Kesetaraan Gender

“Sebenarnya semakin banyaknya kunjungan ke RSUD Muara Teweh, otomatis semakin tinggi tingkat rujukan, sebab kasus akan bertambah yang datang,” kata Tiur Meida.

“Tetapi bukan berarti hasil kunjungan apabila dibandingkan dengan rujukan, itu jadi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Intinya sekarang pelayan kita di rumah sakit meningkat, tetapi rujukan menurun,” jelasnya.

Tiur juga menjelaskan, meski masih ada kekurangan dokter spesialis, namun seiring tingginya pelayanan tenaga dokter bertambah. “Usaha kami mencari dokter terus dilakukan. Kita sudah ada dokter mata, dokter gizi. poli paru sudah buka, HD juga sudah buka. Artinya tindakan-tindakna sudah kami lakukan. Saat ini keluhan masyarakat adalah belum adanya dokter syaraf dan THT,” ujar Tiur. (Melki)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Bupati Barito Utara Lepas 33 PNS Purna Tugas

Daerah

Dinkes Barito Utara Beri Pembekalan 102 PPPK Baru

Daerah

Kabupaten Barito Utara Raup PAD Rp7,8 M dari Retribusi Tambat Kapal Laut

Daerah

DPRD Barut Undang Sejumlah Perusahaan, Terkait Aduan Warga Soal Pencemaran Sungai

Parlemen

DPRD Bersama Pemkab Barito Utara RDP Soal Batas Desa Panaen dan Pelari

Daerah

Kadisos PMD Ingatkan Peranan Pendamping Sosial Krusial Menjalankan Fungsi Pengawasan

Daerah

Pangdam XII/TPR, Gubernur, dan Kapolda Kalteng Datang Awasi PSU Pilkada Barito Utara

Daerah

Pemkab Murung Raya Susun Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif