TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Dewan Perwakilan rakyat Daerah Barito Utara, mendesak Pertamina Area Kalteng dan dinas perdagangan dan perindustrian mengaktifkan pangkalan-pangkalan LPG 3 kg di desa dan kecamatan.
Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Sastra Jaya, mengatakan, warga di desa dan kecamatan belum pernah menikmati harga LPG 3 kg sesuai dengan HET.
“Perlu mengaktifkan pangkalan di desa dan kecamatan, sehingga warga bisa mendapatkan harga LPG sesuai HET, karena merekalah sasaran subsidi, ” kata Sastra kepada tegaklurus.net, Kamis 14 September 2023.
Sambil proses pengaktifan pangkalan, sambung Sastra, pendataan melalui aplikasi bisa berjalan, karena warga menyodorkan KTP saat membeli LPG 3 kg.
Keuntungan lain dari aktifnya pangkalan di desa dan kecamatan, secara tidak langsung akan memutus pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari penyaluran LPG 3 kg.
Pasalnya selama yang terjadi di Barito Utara, distribusi LPG 3 kg ke desa-desa berasal dari pihak ketiga, bukan dari agen resmi. Harga menjadi tak terkendali.
“Rantai penyaluran jadi panjang sehingga harga LPG 3 kg di desa dan kecamatan menjadi mahal. Jika ada pangkalan, harga sulit dimainkan, ” kata dia.
DPRD Barito Utara berkali-kali menggelar RDP membahas LPG 3 kg. Termasuk mendesak Pertamina Area Kalteng dan disdagrin untuk mendata ulang pangkalan-pangkalan ada di desa.
“Kita selalu mendorong dan mendukung langkah Pertamina maupun dinas terkait until mengaktifkan pa gklaan di desa dan kecamatan, supaya subsidi gas tepat sasaran, ” kata pimpinan DPC PDI Perjuangan Barito Utara ini.
Seperti diberitakan terdahulu, Pertamina Area Kalteng merilis sebanyak 153 pangkalan LPG 3 kg di Barito Utara. Tetapi Disdagrin Barito Utara mengonfirmasi dari jumlah tersebut banyak pangkalan fiktif di desa dan kecamatan.(mel)














