Home / DPRD BARUT

Senin, 1 Desember 2025 - 18:07 WIB

Fraksi Karya Indonesia Raya Soroti Soal Wisata, Pendapatan Daerah, dan Manajemen RSUD

Ketua Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Barito Utara Tajeri.(dok)

Ketua Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Barito Utara Tajeri.(dok)

MUARA TEWEH, Tegak Lurus.net – Ketua Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Kabupaten Barito Utara, Tajeri, menyoroti sejumlah masalah persoalan strategis dalam penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda APBD 2026, Senin, 1 Desember 2025.

Politikus ketua DPC Gerindra Barito Utara ini mengkritik, pengelolaan pariwisata daerah ini belum maksimal, padahal, anggaran yang dikeluarkan cukup besar.

*Dinas Pariwisata seharusnya memberikan kontribusi nyata terhadap PAD. Banyak dana sudah digelontorkan, namun pengelolaan obyek wisata belum maksimal,” jelas dia.

Ia mengharapkan, Dinas Pariwisata menyusun strategi lebih serius untuk meningkatkan kunjungan dan pendapatan daerah dari sektor tersebut.

Fraksi KIR juga menyoroti kinerja Badan Pendapatan Pengelolaan Daerah (BPPD),karena banyak potensi PAD belum digarap optimal, termasuk dari retribusi sarang walet yang sudah memiliki Perda.

Baca Juga :  DPRD Barut Dukung Gelaran Pasar Penyeimbang Elpiji Bersubsidi di Muara Teweh

“BPPD harus proaktif bekerja dalam pendataan dan penagihan. Retribusi walet dan sektor lainnya harus dipastikan memberi kontribusi,” sebut dia.

Ia menekankan, prinsip efektif dan efisien wajib menjadi pedoman utama dalam penggunaan anggaran di seluruh dinas.

Sedangkan di sektor Perkimtan, Fraksi KIR menyoroti keluhan masyarakat terkait program bedah rumah yang dinilai timpang.

“Masih ada rumah yang layak huni justru dibedah, sementara rumah yang tidak layak justru tidak tersentuh. Ini harus dievaluasi,” beber dia.

Fraksi KIR juga mempersoalkan manajemen RSUD Muara Teweh, karena menilai perlu evaluasi menyeluruh berkaitan dengan banyak keluhan masyarakat.

“Obat sering tak ada sehingga pasien harus membeli di luar. Pelayanan lambat. Bahkan pelayanan UGD lebih dahulu tanya soal pembayaran. Seharusnya pasien darurat dilayani terlebih dahulu, administrasi belakangan,”sambung dia.

Baca Juga :  Legislator Edi Fran Aji Dukung Pencegahan Karhutla, Edi Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan

Adapun bidang pemberdayaan masyarakat menjadi perhatian F-KIR, karena pada saat kunjungan ke desa-desa, sering ditemukan kantor desa yang tutup karena tak ada pegawai.

“Kami berharap PMD memberikan arahan dan teguran agar kantor desa benar-benar berfungsi melayani masyarakat,”sebut dia.

Berkaitan dengan belum ada pencantuman komponen Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dalam Rancangan APBD 2026, F-KIR meminta Pemkab Barito Utara lebih proaktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.

*Masalah batas defisit ini harus diselesaikan dengan baik agar APBD tidak mengalami kendala teknis,” ujar dia.

Pada bagian lain, Fraksi-KIR menerima dan menyetujui Raperda APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2026 beserta lampiran.(Hersan)

 

Share :

Baca Juga

DPRD BARUT

Ketua Komisi I Tekankan Seleksi Cakasek Mengarah Kepemimpinan Pendidikan Berkualitas

DPRD BARUT

Mery Rukaini Berharap Regulasi Kekayaan Intelektual Beri Nilai Tambah Bagi UMKM

DPRD BARUT

DPRD Barito Utara Dorong Pendekatan Secara Kemanuasiaan Tangani PETI

DPRD BARUT

Pimpinan dan Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Rapat Koordinasi KPK di Jakarta

DPRD BARUT

Komisi II DPRD Barito Utara Minta Pemerintah Hentikan Pengadaan Mobdin

DPRD BARUT

Legislator Parmana Setiawan Minta Pertamina Cari Solusi Atasi BBM Langka

DPRD BARUT

Ketua DPRD Mery Rukaini Apresiasi Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

DPRD BARUT

Mery Rukaini : ASN BerAKHLAK Kunci Etos Kerja Profesional