SUARADAYAK.COM, Sampit – Taksi Penyeberangan air menjadi pilihan utama masyarakat bantaran sungai, khususnya di wilayah perairan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Masyarakat masih menggunakan transportasi air karena akses jalan darat seperti jembatan tak ada, sehingga menjelang hari raya, seperti biasa arus mudik penyeberangan mengalami pelonjakan penumpang.
Selain melaksanakan patroli menjaga kamtibmas, personel Ditpolairud Polda Kalteng, Bripka Bledug Purbaya dan Bharatu Prayogi memeriksa alat keselamatan kapal feri penyeberangan tradisional beroperasi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat, 20 Maret 2026.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelengkapan alat keselamatan dan kapasitas penumpang yang ada di atas kapal, sesuai sertifikat dipersyaratkan dan jumlah pelampung memadai guna antisipasi bila terjadi insiden kecelakaan.
Direktur Ditpolairud Polda Kalteng Kombes (Pol) Dony Eka Putra, mengatakan, para pemilik kapal feri agar memprioritaskan keselamatan para penumpang dengan menyediakan alat keselamatan sesuai dengan kapasitas penumpang serta tak berlebihan muatan.
Komandan KP XVIII-2006, Aipda Choirul Mahfud, menambahkan, faktor penyebab kecelakaan di atas air lantaran muatan yang berlebihan.
“Semua harus sesuai dengan peraturan, karena keselamatan menjadi prioritas utama dan tak bisa ditawar,”tegas dia.(Rohman/KP26 Ditpolairud Polda Kalteng)














