Puruk Cahu, Tegak Lurus.net– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Selasa (4/11/2025). Rakor yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di seluruh daerah.
Pemkab Murung Raya melalui perangkat daerah terkait terus melakukan upaya pengendalian inflasi, di antaranya pemantauan harga bahan pokok di pasar, koordinasi dengan distributor, hingga melaksanakan program operasi pasar murah di beberapa wilayah.
Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andi Raya, S.H., M.AP., yang turut hadir dalam rakor tersebut menegaskan bahwa Murung Raya berkomitmen menjaga stabilitas pasokan pangan dan harga kebutuhan masyarakat. “Kami di daerah terus melakukan langkah antisipasi agar inflasi tetap terkendali. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan distributor, sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan dan menghindari lonjakan harga yang tidak wajar,” ujar Andi Raya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemkab Murung Raya juga mengoptimalkan kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam menjaga rantai pasok pangan. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan aksi borong. Pemerintah daerah akan terus hadir melalui monitoring pasar dan kegiatan pasar murah untuk membantu masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya rakor rutin ini, strategi pengendalian inflasi di setiap daerah, termasuk Murung Raya, diharapkan semakin terarah, terintegrasi, dan efektif dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas bersama seluruh pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi Nasional.
“Daerah diminta terus memantau perkembangan harga bahan pokok, memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta mengoptimalkan kerja sama antar daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” tutur Tito.
Mendagri juga menyoroti komoditas penyumbang inflasi terbesar, yaitu beras, cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras, yang masih menjadi perhatian utama pemerintah. Daerah diimbau untuk memperkuat operasi pasar, fasilitasi transportasi pangan, serta penyerapan produksi lokal agar kestabilan harga dapat terjaga. Pemerintah pusat menargetkan inflasi nasional tetap di bawah 3 persen year-on-year hingga akhir tahun 2025. (Ed)














