TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – Politikus PKB di DPRD Kabupaten Barito Utara, Parmana Setiawan, menyorot nasib warga miskin, Senin 18 November 2024.
Parmana meminta Pemkab Barito Utara mengoptimalkan program-program berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.
Ia mengatakan, prioritas pembangunan tak hanya untuk fisik, namun juga pada masalah masyarakat, yakni mengurangi tingkat kemiskinan di sejumlah wilayah di Barito Utara.
Sebab, sambung Parmana, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Baroto Utara pada 2022 sebanyak 7.700 jiwa, mengalami penurunan di 2023 a 7.140 jiwa atau turun 0,04%. Namun kembali mengalami kenaikan pada 2024, yakni 7.600 jiwa.
Melihat dari data BPS, Parmana mengatakan, Pemkab tak boleh lengah. “Salah satu hal yang harus diperhatikan terkait program tersebut, keakuratan data jumlah masyarakat yang dikategorikan tidak mampu,”jelas Parmana kepada tegaklurus.net di Muara Teweh.
Ia menambahkan, data ini pasti berkaitan dengan bantuan-bantuan sosial yang akan disalurkan oleh pemerintah, baik yang bersumber dari anggaran daerah maupun anggaran pusat.
“Dinas teknis bisa berkoordinasi dan berkomunikasi melakukan pendataan bagi masyarakat tak mampu bersama ketua RT dan RW setempat. Selain itu, pemerintah juga harus mengetahui akar masalah terjadinya kemiskinan atau adanya masyarakat kurang mampu,”sebutnya.
Faktor penyebab munculnya masalah tersebut, mulai dari pendidikan, malas untuk bekerja, terbatasnya lapangan pekerjaan, keterbatasan modal dan menanggung beban keluarga.
Parmana mengharapkan, selain memaksimalkan program bantuan sosial, pemerintah bisa melakukan upaya dengan membuka lapangan pekerjaan.
“Lapangan pekerjaan, salah satunya menggerakkan sektor usaha mikro kecil dan menengah, meningkatkan program zakat, hingga menjaga kestabilan harga kebutuhan bahan pokok,”tutur anggota Fraksi PKB ini.(Hersan)














