Home / Daerah

Jumat, 1 Desember 2023 - 12:21 WIB

13 Mahasiswa Politeknik Muara Teweh Dirawat Inap di RSUD, Diduga Keracunan Makanan

Seorang mahasiswi Polimat Muara Teweh (baju kaos hitam) sedang mendapatkan perawatan infus di IGD, Jumat 1 Desember 2023. Dia bersama 12 rekannya harus menjalani rawat inap, karena diduga keracunan makanan.(tegaklurus.net/melki)

Seorang mahasiswi Polimat Muara Teweh (baju kaos hitam) sedang mendapatkan perawatan infus di IGD, Jumat 1 Desember 2023. Dia bersama 12 rekannya harus menjalani rawat inap, karena diduga keracunan makanan.(tegaklurus.net/melki)

TEGAKLURUS.net, Muara Teweh – 13 orang mahasiswa Puluhan mahasiswa Politeknik Muara Teweh (Polimat), Kabupaten Barito Utara, terpaksa dibawa dan dirawat inap di RSUD Muara Teweh, karena diduga mengalami keracunan makanan setelah kuliah umum di kampusnya, Selasa 28 November 2023 lalu.

Informasi yang dihimpun tegaklurus.net, Jumat 1 Desember 2023, sebanyak 140 mahasiswa Polimat mengikuti kuliah umum, kerjasama Polimat dengan sebuah perusahaan.

Seusai kuliah umum, para mahasiswa mendapatkan pembagian nasi kotak. Menu nasi kotak, berisi daging dan sayur. Nasi kotak disediakan oleh sebuah perusahaan katering berpengalaman di Muara Teweh.

Ada mahasiswa yang langsung menyantap makanan tersebut, tetapi sebagian besar membawa pulang untuk dimakan di rumah.

Masalah mulai muncul 1-2 hari setelah nasi kotak disantap. Dalam WA grup internal Polimat, ada orang tua mengeluhkan sekaligus meminta penjelasan atau pertanggungjawaban soal nasi kotak yang dikonsumsi mahasiswa, karena anaknya sakit perut.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Ingin Pembangunan Fasilitas Ibadah di Barito Utara Berkualitas

Ternyata masalah tersebut juga dialami mahasiswa lain. Total tercatat sekitar 60-70 orang mahasiswa mengeluh sakit perut. Itu terjadi Rabu 29 November 2023 dan Kamis 30 November 2023. “Anak saya merasakan perutnya seperti ditusuk-tusuk. Malam tadi dia dibawa ke RSUD, ” kata salah satu orang tua mahasiswa asal Nihan kepada media ini, Jumat 1 Desember 2023.

Pihak Yayasan dan Dosen Polimat segera bergerak merespon keluhan ortu mahasiswa. Mereka langsung mendatangi dan membawa mahasiswa yang mengeluh sakit perut ke RSUD Muara Teweh. Ada yang dijemput dari kos, dijemput dari Butong, dan Bintang Ninggi. “Sekitar 60-70 orang mahasiswa yang mengeluh sakit perut, ” kata seorang Dosen Polimat, Jumat pagi.

Para mahasiswa peserta kuliah terus dihunungi dan ditanya kondisinya. Sampai Kamis pagi, beberapa orang dibawa ke RSUD Muara Teweh, termasuk dari luar kota.

Baca Juga :  Jelang Porprov, Karateka Andalan Indonesia Sandy Firmansyah Asah Mental, Skill, dan Teknik Karateka Barito Utara

“Setelah menyantap nasi kotak, awalnya saya merasa kedinginan, badan tak enak lalu muntah-muntah. Sejak Rabu pagi, badan terasa panas-dingin. Hari ini masuk RSUD, ” jelas Mahasiswi Polimat asal Butong, bernama Sri Wulansari, Jumat.

Kepala Bidang Pelayanan Medik (Yanmed) RSUD Muara Teweh, Muhammad Arsyad saat dikonfirmasi membenarkan, sebanyak 13 orang mahasiswa Polimat harus dirawat inap.

Sambil menunggu ruangan kosong, mereka ditempatkan sementara di ruang kebidanan. “Untuk mengetahui keracunan makanan atau tidak, Dinas Kesehatan yang berwenang menjelaskan, karena sampel makanan harus diuji di lab. Kami hanya merawat para pasien mahasiswa. Keluhan umum diare, pusing, lemas, dan muntah-muntah, ” jelas Kabid Yanmed, Arsyad.(mel)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Ditpolairud Tingkatkan Pembinaan Keamanan dan Kesadaran Hukum di Desa Nelayan Binaan ‎

Daerah

Disnakertranskop-UKM Barito Utara Adakan Pelatihan Manajemen Pemasaran Jagung

Daerah

KPU RI Jadwalkan PSU Pilkada Barito Utara 6 Agustus 2025

Daerah

Personel Ditpolairud Imbau Pemuda DAS Arut Jauhkan Diri dari Narkoba

Daerah

Pemkab Barito Utara Ramah Tamah Dengan Pangdam XII/Tanjungpura

Daerah

Gubernur Kalteng Komit Sukseskan PSU Pilkada Barito Utara

Daerah

Patroli Dialogis Ditpolairud Polda Kalteng, Jamin Kondusivitas DAS Kumai

Daerah

Aksi Pemortalan Masyarakat Adat Desa Panaen Bubar, Bakal Berlanjut dengan Mediasi Pekan Depan