Home / Daerah

Minggu, 9 Oktober 2022 - 11:53 WIB

Puluhan Balita di Barito Utara Ikuti Tradisi Baayun Maulid

Tegak Lurus, Muara Teweh – Sebanyak 64 orang bayi di bawah lima tahun (balita), dari sejumlah Kelurahan di Kabupaten Barito Utara (Barut), mengikuti tradisi Baayun Maulid (Batuyang) dalam rangka memeriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tahunnya di Mesjid Jami Abdurrahim Muara Teweh, Minggu 9 Oktober 2022.

“Peserta baayun atau batuyang tahun ini diikuti oleh 64 orang anak,” kata Ketua Panitia, Misran, di Muara Teweh, Minggu.

Menurut dia, tradisi setiap tahunan ini dilakukan dengan harapan agar sang anak jika besar nanti menjadi orang yang sehat, berbakti kepada orang tua serta dapat mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Dalam tradisi baayun ini anak-anak secara massal diayun dengan iringan pembacaan doa dan pembacaan shalawat,” ucap Misran lagi.

Baca Juga :  Legislator Barito Utara Ini Minta MoU Program Jaga Desa Perkuat Peran BPD

Ustadz H Rusmadi Darsani LC, Pimpinan Pondok Pesantren Yassin dalam tausiyahnya menyampaikan agar memanfaatkan bulan Rabiul Awal ini dengan melakukan segala kebaikan sebagai bukti rasa syukur ke hadirat Allah SWT.

Selain menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan dalam menjalani hidup tentunya dengan mencontohkan sifat-sifatnya untuk kemudian di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kecintaan kita kepada Rasullulah SAW dan Allah SWT yang semakin dalam Insya Allah hidup kita berakhir dengan husnul Khotimah,”sebut Rusmadi Darsani.

Tradisi baayun maulud ini merupakan tradisi unik bagi masyarakat suku Banjar di Kalimantan yakni upacara ini merupakan bagian dari rangkaian upacara daur hidup yang meliputi kehamilan, kelahiran, masa kanak-kanak menjelang dewasa, perkawinan, dan kematian.

Baca Juga :  Anggota Dewan Edi Fran Aji : Pemdes harus Perkuat Pengelolaan Dana Desa

Tradisi baayun yang sebenarnya sudah ada sebelum penyebaran Islam di tanah Banjar. Ini merupakan daur hidup masa kanak-kanak, yakni saat si anak berusia 0-5 tahun atau masih balita.

Upacara baayun yang merupakan asimilasi antara budaya urang Banjar yang didasarkan pada ajaran Keharingan dan agama Islam ini kini digelar setiap kali peringatan Maulid Nabi.

Ini sebagai ungkapan doa bagi langkah si anak ke depan, juga sebagai upaya tolak bala. Dalam tradisi baayun ini, anak-anak secara massal diayun dengan iringan pembacaan doa dan pembacaan shalawat.(Snt/red)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

AMPD Barito Utara Bersuara Sikapi Keputusan Bawaslu Kalteng

Daerah

Proyeksi APBD Barito Utara 2024 Rp2,6 Triliun, Tapi Andalkan DBH, karena PAD Kecil

Daerah

Ditpolairud Cegah Penyebaran Narkoba di DAS Seruyan, Masyarakat Diedukasi Taati Hukum

Daerah

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Ditpolairud Bersih-bersih Masjid Zami Nurul Iman Buntok Sebrang

Daerah

Anggota Ditpolairud Konsisten Jaga Kebersihan di Pesisir Sungai Kahayan

Daerah

Tongkang Penabrak Lanting Warga Barito Utara Angkut Batu Bara Milik PT Maruwai Coal Adaro

Daerah

Pemkab Barito Utara Tampung Aduan Masyarakat tentang Kualitas Pelayanan Publik Lewat SP4N LAPOR!

Daerah

Berbagi Bansos di Bulan Suci Ramadan, Ditpolairud Peduli Terhadap Sesama