MUARA TEWEH, Tegaklurus.net – Pj Bupati Barito Utara Indra Gunawan mengajak seluruh kepala desa, lurah, serta elemen masyarakat untuk menjaga netralitas dalam menghadapi pemilihan suara ulang (PSU) bupati dan wakil bupati Barito Utara.
“Saya apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pengawasan Pemilu 2024 dan PSU Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara,” kata Indra di Muara Teweh, Senin, 23 Juni 2025.
Indra menyampaikan hal ini, saat ikrar netralitas para kepala desa dan lurah serta pencanangan desa anti politik uang se-Kabupaten Barito Utara.
Tugas pengawasan ini tidak mudah, tetapi dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, TNI-Polri, pengawas pemilu, serta seluruh masyarakat, dapat wujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan bebas dari politik uang.
Penting menjaga netralitas kepala desa dan lurah sebagai pemimpin yang dapat mempengaruhi masyarakat di tingkat bawah.
“Saya tegaskan netralitas ini sangat penting. Kepala desa dan lurah harus bisa menjaga kewibawaan dan tidak berpihak pada salah satu calon kepala daerah. Jika ada yang terbukti melanggar, sanksi tegas akan diberikan, mulai dari teguran hingga pemberhentian,” ujat dia.
Indra meminta kepada para camat untuk memastikan masyarakat menggunakan hak pilihnya secara bijak, serta mengajak masyarakat untuk menolak segala bentuk politik uang.
“Kita harapkan pemungutan suara ulang ini menjadi pesta demokrasi yang tidak tercemar oleh politik uang. Semua pihak harus bekerja sama demi menjaga kondusif, serta memastikan kabupaten Barito Utara tetap aman dan damai,” lanjut dia.
Ketua Bawaslu Barito Utara Adam Parawansa Syahbubakar, menyampaikan bahwa ikrar netralitas ini merupakan langkah strategis pasca putusan MK Nomor 313 Tahun 2025 yang mengharuskan dilaksanakannya pemilihan ulang di Barito Utara.
Keputusan tersebut menuntut KPU Barito Utara untuk menjalankan kembali tahapan pencalonan hingga selesai, yang tidak hanya wajib dilaksanakan, namun juga perlu direnungkan oleh seluruh pihak terkait, baik penyelenggara, pemerintah daerah, maupun masyarakat umum.
“Dilaksanakannya ikrar ini, kita memperkuat komitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam mengawal demokrasi di Barito Utara. Ini adalah momen penting bagi kita semua untuk bergandengan tangan dan menjaga amanah yang ada dengan penuh tanggung jawab,” ujar Adam Parawansa Syahbubakar.(Abram)










