Jalan penghubung dari Desa Sei Liju ke Benangin, ibu kota Kecamatan Teweh Timur,Kabupaten Barito Utara, berubah mirip kubangan. Kondisi ini telah berlangsung selama 5 bulan.
Jalan di daerah tersebut termasuk Desa Jamut dan Mampuak memang langganan rusak, karena perbaikan serba tanggung, tak pernah tuntas.
Warga berteriak meminta perbaikan jalan, karena sekitar 5 bulan terakhir tak bisa menggunakan kendaraan roda 4 menuju Benangin. Panjang jalan dari Sei Liju menuju Benangin 9 Km.
“Terdapat sekitar 10 titik kubangan di jalan tersebut. 3 titik kubangan sangat dalam, sehingga kendaraan roda 4 tak bisa melintas, ” kata Ketua RT 4 Desa Sei Liju, Sugema, kepada Tegak Lurus. Net, Kamis 18 Mei 2023.
Kesulitan melintas dengan kendaraan roda 4 menyebabkan warga Sei Liju dan sekitarnya tak bisa mengangkut hasil pertanian. Kalau pun bisa tembus, ongkos angkut menjadi 2 atau 3 kali lipat dari biasanya.
“Jika jalan ini tak segera diperbaiki, kondisi kami makin susah. Hasil panen tak bisa dijual, sebentar lagi tahun ajaran baru, anak-anak perlu biaya. Mohon Dinas PUPR segera perbaiki. Kesabaran warga sudah habis, ” timpal Ketua RT 2, Sukirman.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, Muhammad Imam Topik, mengatakan, setelah penanganan Islamic Centre beberapa alat berat akan digeser ke lokasi untuk penanganan kedaruratan. “Kita perbaiki agar jalan fungsional dan aman dilewati, ” tukas Kadis PUPR, Kamis sore.
Saat ini, sambung Kadis PUPR, sedang proses lelang perbaikan jalan di Kecamatan Teweh Timur. Antara lain peningkatan Jalan Simpang Jamut-Trnas Jamut, peningkatan Jalan Simpang Thamrin-Trans Linu, dan peningkatan Jalan Trans Liju-Simpang Benangin.
Selain di Liju, Mampuak, dan Jamut, kerusakan jalan di Teweh Timur juga sering terjadi di Simpang Km 30 sampai Simpang Benangin. Penyebab jalan ini rusak karena berbagai faktor. Salah satunya sering dilewati angkutan kayu ilegal, karena cukong berkeliaran mencuri kayu di Kecamatan Teweh Timur.(Melkianus He)














