Tegak Lurus, Muara Teweh – Sorot kesedihan tampak jelas di raut wajah Amat. Dia baru saja mengalami peristiwa tragis. Istrinya, Rinie dan anaknya yang. berusia 2 tahun dibacok oleh F (31), hingga lengan sebelah kiri putus.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pangeran Antasari (bukan Jalan Panglima Batur seperti diberitakan sebelumnya), Kelurahan Melayu, Muara Teweh, Minggu (23/4/2023) sekitar pukul 14.30 WIB..
Amat tidak habis pikir kenapa F bertindak senekat dan sesadis itu. F yang beralamat di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Baru merupakan saudara tiri dari ayah Amat, sehingga dia memanggilnya paman.
“Saya tidak punya masalah dengan pelaku. Dia itu saudara tiri ayah saya. Pada pagi harinya dia meminjam uang Rp200 ribu, saya langsung berikan, ” ujar Amat kepada Tegak Lurus di Muara Teweh, Senin (24/4/2023).
Mengenai peminjaman sepeda motor, Amat membenarkan, tersangka F pada Minggu pagi ingin meminjam motornya untuk dipakai ke Trinsing.
Berhubung sepeda motor hanya satu, Amat menawarkan seorang adiknya akan mengantarkan F ke Trinsing, tetapi tawaran itu ditampik oleh tersangka.
“Saya bilang nanti adik saya saja yang mengantar ke Trinsing. Tetapi paman menolak. Saya tawarkan begitu, karena mendengar paman sedang tidak enak badan. Saya kuatir sepeda motor tidak balik ke Teweh, kalau beliau sakit padahal saya perlu sepeda motor itu, ” jelas dia.
Sebenarnya Amat dan keluarganya tinggal di Murung Raya, karena dia, bekerja, mencari emas di sana. Mereka datang ke Muara Teweh untuk bertemu orang tuanya, Ewe Parianto dan Aryati di rumah lanting, Jalan Pangeran Antasari menjelang hari raya Idul Fitri.
Di rumah itu pula, tersangka F dan istrinya datang dari Trinsing untuk berkumpul bersama. Suasana sejak Sabtu (22/4/2023) sampai Minggu siang berjalan baik. Tetapi semunya berubah pada pukul 14.30 WIB. Suasana ceria keluarga mendadak berubah menjadi duka.
Kini Rinie dirawat di ruang Mawar Kelas III, Lantai IV, RSUD Muara Teweh. Dia menderita luka serius pada beberapa bagian tubuh. Beberapa ruas tulangnya putus, terutama pada bagian paha, karena tebasan parang.
Lebih pilu lagi, korban bocah berusia 2 tahun, buah hati Amat dan Rinie harus mengalami cacat permanen, karena lengan kirinya putus dibacok oleh F. “Kami baru punya 1 orang anak, ” ucap Amat lirih.(Melkianus He)














