TegakLurus, Muara Teweh – Sampai pertengahan 2023, Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara menyumbangkan Rp3.000.000.000 dari retribusi jasa tambat kapal laut di perairan Sungai Barito, wilayah Kabupaten Barito Utara.
Pendapatan asli daerah (PAD) tersebut dihimpun sampai dengan Juni 2023. “Tahun ini ditargetkan sebesar Rp6.500.000.000. Kita sudah setor Rp3.000.000.000. Kita optimis target tercapai bahkan terlampaui, ” kata Kepala Bidang Pelayaran Sungai dan Perairan (PSP) Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara, Rijalfi, kepada TegakLurus.Net, Kamis 8 Juni 2023.
PAD tersebut berasal dari jasa kepelabuhan. Seperti memediasi antar pemilik tanah dengan kapal yang hendak tambat, memasang rambu di lokasi, mengawal dan mengatur tambat dan bongkar muat, serta meregistrasi bukti lapor.
Guna mendukung kegiatan jasa kepelabuhanan, Bidang PSP Dinas Perhubungan Barito Utara mengoordinir 18 terminal khusus atau tersus untuk sandar dan bongkar muat.
“Selain itu, bagi kapal-kapal dari daerah Murung Raya disediakan area tambat sebelum melintasi Jembatan KH Hasan Basri. Itu di daerah Bukau. Kita pungut Rp200.000 per kapal,” tambah Kabid PSP Dishub Barito Utara.
Namun dibalik keberhasilan itu, Rijalfi mengakui muncul kegamangan terutama bagi non PNS, mulai tahun ini upah pungut (UP) dihapus, karena sudah ada tambahan penghasilan pegawai (TPP). “Misalkan target Rp6.500.000.000 terpenuhi, UP yang hilang sekitar Rp325. 000.000,” sebut dia.
Jasa kepelabuhanan menjadi salah satu andalan PAD Barito Utara, karena kapal pengangkut baru bara semakin banyak melayari Sungai Barito.(Melkianus He)














